Suka Mabuk dan Merokok, Radja Enggan Disebut Bad Boy

Football5star.com, Indonesia – Radja Nainggolan tak mau disebut bad boy meskipun dirinya sering tertangkap kamera kerap mabuk dan merokok. Ia membela gaya hidupnya yang kontroversial sebagai perilaku yang normal dan tak perlu diperdebatkan.

Kebiasaan merokok yang ia lakukan sering mendapatkan teguran. Semua itu terjadi karena ia memiliki profesi sebagai olahragawan. Kebiasaan buruk itu pula yang menjadi salah satu alasan ia tak dipanggil oleh Roberto Martinez di skuat Timnas Belgia pada Piala Dunia 2018 yang lalu.

“Saya bisa memberitahu kalian bahwa aku manusia normal, bukan bad boy seperti label yang diberikan banyak orang padaku. Saya bisa berjalan di lingkungan yang buruk sekalipun dan hidup normal. Saya bisa menerima bantuan yang diberikan para pemain lain, tapi itu tak berarti saya meminta bantuan,” ungkapnya dikutip Football5star dari France Football.

Radja membalas segala kritikan dari banyak orang dengan mempertontonkan permainan yang bagus di atas lapangan. Baginya, wajar saja dan tak ada masalah bila seorang pemain mabuk dan merokok. Bahkan bagi bukan seorang pemain pun, itu adalah hal biasa saja.

Proses kepindahan Radja Nainggolan dari AS Roma menuju Inter Milan ternyata masih menimbulkan polemik. Radja merasa dirinya ditendang pergi - Football5star - vivaronews
vivaronews

“Saya berbelanja di supermarket, saya bisa minum dan menghisap sebatang rokok dengan tenang. Bahkan pesepak bola bisa merokok,” tambahnya.

Kerasnya kehidupan Radja diakui telah membentuk kepribadiannya selama ini. Sesaat setelah pindah ke Piacenza, ia mengaku bisa hidup dengan ribuan euro saja per bulan untuk kehidupan seluruh anggota keluarganya,

“Di awal-awal tinggal di  Piacenza, saya mendapatkan ribuan Euro per bulan untukku dan keluarga dan itu sudah sangat banyak. Aku mencoba untuk memastikan standar hidup tiap anggota keluargaku,” pungkasnya.

Comments
Loading...