5 Fakta Menarik Herbstmeister Bundesliga 1

445

Football5Star.com, Indonesia – Kemenangan tipis 1-0 yang didapatkan saat melawat ke kandang Eintracht Frankfurt sudah cukup untuk membawa Bayern Munich meraih gelar juara paruh musim atau Herbstmeister. Kepastian itu didapatkan berkat hasil imbang 22 yang dituai RasenBallsport Leipzig saat menjamu 1.FSV Mainz 05. Itu membuat Bayern unggul delapan poin dengan hanya dua laga tersisa.

Ada sejumlah catatan menarik di balik gelar tidak resmi ini. Berikut adalah 5 fakta menarik Herbstmeister Bundesliga 1 yang berhasil dihimpun Football5Star.

68,5 Persen Juara
Borussia Dortmund, tim terakhir yang gagalkan Herbstmeister juara.
n-tv.de

Menjadi Herbstmeister sangatlah penting dalam perburuan gelar juara di Bundesliga 1. Dalam 54 musim, sebanyak 68,5 persen peraih gelar juara paruh musim berhasil menjadi yang terbaik pada akhir musim. Herbstmeister terakhir yang gagal meraih Die Meisterschale pada akhir musim adalah Bayern Munich pada 2011-12.

Kala itu, Bayern hanya finish sebagai runner-up di Bundesliga 1. Adapun gelar juara direbut oleh Borussia Dortmund. Mengudeta Die Roten pada pekan ke-20, anak-anak asuh Juergen Klopp tak terkejar di puncak klasemen hingga musim berakhir. Mereka finis dengan keunggulan delapan angka dari sang pesaing terdekat, Bayern.

Tujuh Beruntun
Bayern Munich untuk kali ketujuh secara beruntun Herbstmeister.
eurosport.de

Kepastian pada musim ini menjadikan Bayern tak pernah absen menjadi Herbstmeister dalam tujuh musim secara beruntun. Mereka selalu menjadi juara paruh musim sejak 2011-12. Dalam enam kesempatan terdahulu, hanya sekali mereka gagal juara, yakni pada 2011-12 saat disalip Borussia Dortmund pada awal paruh kedua.

Sebelum Die Roten sejak 2011-12, rekor Herbstmeister terbanyak secara beruntun adalah tiga kali. Itu dilakukan Borussia Moenchengladbach pada 1974-75 hingga 1976-77. Dalam tiga kesempatan itu, Moenchengladbach pun selalu mengakhiri musim sebagai juara. Setelah Die Fohlen, sebuah klub paling hanya dua kali Herbstmeister secara beruntun di Bundesliga 1.

Dominasi Bayern
Bayern Munich paling sering jadi Herbstmeister.
paderbazis.de

Seperti halnya gelar juara, Bayern Munich juga mendominasi gelar Herbstmeister. Dari 1963-64, tercatat 23 kali Die Roten menjadi juara paruh musim. Mereka unggul jauh dari klub-klub lain di Bundesliga 1. Dari 14 klub lain yang sempat menjadi Herbstmeister, tak satu pun yang menembus jumlah dua digit.

Pesaing terdekat Bayern adalah Werder Bremen yang tercatat enam kali menjadi juara paruh musim. Itu pun sudah sepuluh tahun lamanya Die Werderaner tak lagi menjadi Herbstmeister. Kali terakhir Bremen menjadi juara paruh musim adalah pada 2006-07. Sayangnya, mereka gagal menjadi juara karena Die Mesiterschale disambar VfB Stuttgart.

Bayern Hanya Tiga Kali Gagal Juara
Werder Bremen juara pada 1992-93 walaupun Bayern yang Herbstmeister.
kicker.de

Bagi Bayern Munich, gelar Herbstmeister punya arti besar. Itu membuka kans juara menjadi lebih besar. Faktanya, dari 22 kesempatan terdahulu, hanya tiga kali Bayern gagal juara pada akhir musim. Bahkan, dalam lima musim terakhir, mereka tak pernah gagal merebut Die Meisterschale setelah memuncaki klasemen pada paruh musim pertama.

Tiga anomali dialami Die Roten pada 1970-71, 1992-93, dan 2011-12. Pada 1970-71, gelar juara justru disambar Borussia Moenchengladbach. Adapun pada 1992-93, tim yang merebut Die Meisterschale pada akhir musim adalah Werder Bremen. Sementara itu, pada 2011-12, giliran Borussia Dortmund yang menggagalkan Bayern juara.

Hitzfeld Pelatih Tersukses
Ottmar Hitzfeld, pelatih tersering merebut Herbstmeister.
abendzeitung-muenchen.de

Di antara para pelatih yang pernah membawa timnya menjadi juara paruh musim di Bundesliga 1, Ottmar Hitzfeld adalah yang tersukses. Sebanyak enam kali dia merebut titel Herbstemeister bersama dua klub. Dua kali bersama Borussia Dortmund pada 1994-95 dan 1995-96. Empat kali bersama Bayern Munich pada 1998-99, 1999-00, 2002-03, dan 2007-08.

Hitzfeld unggul atas Udo Lattek dan Jupp Heynckes yang sama-sama lima kali menjadi Herbstmeister. Satu hal yang juga jadi keunggulan Hitzfeld, dia tak pernah gagal mengonversi Herbstmeister menjadi Die Mesterschale pada akhir musim. Enam kali menjadi Herbstmeister, enam kali pula dia juara.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.