5 Fakta Menarik Peter Stoeger, Pelatih Baru Dortmund

1,121

Football5Star.com, Indonesia – Borussia Dortmund akhirnya melengserkan pelatih Peter Bosz, Minggu (10/12/2017). Sebagai pelatih baru, manajemen Die Schwarzgelben menunjuk Peter Stoeger. Namun, pelatih asal Austria itu hanya dikontrak hingga akhir musim nanti. Untuk musim depan, sangat mungkin kendali skuat Dortmund akan diserahkan kepada pelatih lain.

Lalu, siapakah Stoeger? Sosok ini sebetulnya tidaklah asing di belantara sepak bola Jerman. Namun, sebagai gambaran singkat, berikut ini Football5Star menyajikan 5 fakta menarik tentang pelatih berumur 51 tahun tersebut.

Pelatih Terawet di Koeln
Koeln promosi ke Bundesliga 1 pada 2014.
news.at

Diangkat sebagai pelatih 1.FC Koeln pada 1 Juli 2013, Stoeger mampu menorehkan prestasi tersendiri. Dia menjadi pelatih dengan masa kepelatihan terlama di klub itu pada era Bundesliga. Hingga akhirnya dilepas pada 3 Desember 2017, dia bertugas selama 1.616 hari. Total, ada 168 laga resmi Koeln yang dilakoninya dengan rata-rata poin 1,40.

Masa kepelatihan Stoeger bahkan melewati periode pertama Christoph Daum di Koeln. Bertugas dari 23 September 1986 hingga 30 Juni 1990, Daum hanya bertugas selama 1.376 hari dan menangani Die Geissbocke dalam 152 pertandingan resmi. Bedanya, poin rata-rata yang diperoleh Daum lebih baik, yakni 1,78.

Dua Kali Juara Austria
Austria Wien juara 2013.
abendzeitung-muenchen.de

Stoeger bukanlah pelatih kacangan. Di negerinya, Austria, dia terbilang cukup sukses. Setidaknya, dua kali dia menjuarai Bundesliga Austria bersama FK Austria Wien pada 2005-06 dan 2012-13. Bahkan, pada 2005-06, dia melengkapinya dengan gelar juara Piala Austria. Fantastis karena itu adalah musim debutnya sebagai pelatih tim senior. Sebelumnya, dia hanya menangani tim amatir.

Total, ada enam gelar yang berhasil diraih Stoeger sepanjang karier kepelatihannya. Selain dua kali juara Bundesliga  Austria, dia juga dua kali menjuarai Piala Austria, sekali juara Regionalliga Ost bersama First Vienna FC, dan sekali juara Bundesliga 2 Jerman bersama Koeln. Satu hal yang menarik, setelah kepergian Stoeger, Austria Wien tak pernah lagi juara Bundesliga Austria.

Kisah 180 Derajat
Koeln terpuruk musim 2017-18.
dw.com

Pada musim 2016-17, Stoeger membuat kejutan besar. Dia membawa Koeln finis di posisi ke-5 Bundesliga 1 dan merebut tiket ke Liga Europa. Itu adalah prestasi terbaik Die Geissbocke dalam seperempat abad. Itu hanya lebih buruk dari pencapaian musim 1991-92 ketika mereka finis di tangga ke-4.

Mirisnya, kisah sangat berbeda dialami pada musim 2017-18. Stoeger gagal memberikan kemenangan dalam 14 laga hingga akhirnya diturunkan dari kursi pelatih. Capaian 3 seri dan 11 kalah dengan selisih gol 6-27 hanya lebih baik dari MSV Duisburg musim 1994-95. Kala itu, Duisburg mengemas hasil yang sama, tapi dengan selisih gol lebih buruk, 9-32.

Austria Keempat di Dortmund
Bernd Krauss, pelatih Asustria terakhir di Dortmund.
sueddeutsche.de

Di Borussia Dortmund, Stoeger menjadi orang Austria keempat yang menjabat pelatih. Sebelum dia, tiga sosok lain yang asal Austria adalah Tony Cargnelli, Max Merkel, dan Bernd Krauss. Dari ketiga sosok itu, tak satu pun yang sanggup memberikan trofi juara bagi Die Schwarzgelben.

Di antara ketiga pendahulunya, Stoeger punya kemiripan dengan Merkel. Keduanya sama-sama kelahiran Wien. Mereka pun hanya menggenggam kewarganegaraan Austria. Itu berbeda dengan Cargnelli dan Krauss. Selain memiliki paspor Austria, Cargnelli juga punya paspor Italia. Adapun Krauss berpaspor Austria dan Jerman.

Pilihan Alternatif
Stoeger semasa melatih Austria Wien.
kurier.at

Penunjukan Stoeger oleh Dortmund terbilang mengejutkan. Hal itu pun diakui pelatih berumur 51 tahun tersebut. Maklum, baru sepekan silam dia dipecat oleh Koeln. Bila merujuk pada laporan-laporan berbagai media massa Jerman jelang pemecatan Peter Bosz, pelatih asal Austria itu bukanlah kandidat kuat. Sebelumnya, Armin Veh dan Bernd Storck yang dihubung-hubungkan dengan Die Schwarzgelben.

Toh, bagi Stoeger, ini bukan hal baru. Saat kembali dipanggil FK Austria Wien pada 2012-13, dia juga bukan pilihan utama. Kala itu, manajemen klub lebih menginginkan Franco Foda. Namun, karena Foda berkeras untuk tetap menangani 1.FC Kaiserslautern, akhirnya Stoeger yang mendapatkan berkah. Hasilnya, tak dinyana, Austria Wien justru lantas menjuarai Bundesliga Austria.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.