Beckenbauer Minta Hoeness dan Breitner Berdamai

Football5star.com, Indonesia – Franz Beckenbauer merasa prihatin melihat perseteruan terbaru antara dua legenda Bayern Munich, Uli Hoeness dan Paul Breitner. Dia meminta kedua bintang era 1970-an itu duduk bersama dan menyudahi perselisihan yang tak berguna.

Hoeness baru-baru ini menyingkirkan Breitner dari tribun kehormatan di Stadion Allianz Arena. Gara-garanya, Breitner mengkritik pedas konferensi pers yang dilakukan Hoeness bersama Karl-Heinz Rummenigge, dan Hasan Salihamidzic pada Oktober lalu yang intinya mengecam perlakuan media kepada Bayern.

Breitner lalu tak diizinkan lagi berada di tribun kehormatan. Parahnya, hal itu tak disampaikan langsung, tapi melalui Direktur Keuangan Jan-Christian Dreesen. Sang mantan bek kiri pun meradang. Dia tanpa basa-basi mengembalikan dua kartu yang dipegangnya.

Uli Hoeness dan Paul Breitner diharapkan berdamai oleh Franz Beckenbauer.
br.de

Terkait hal tersebut, Beckenbauer meminta keduanya bercermin. “Saya berharap mereka kembali berdamai. Itu seharusnya bukan hal sulit bagi dua orang yang sudah dewasa,” terang Der Kaiser seperti dikutip Football5Star.com dari Bild.

Presiden Kehormatan Bayern itu pun bersedia menjadi penengah. “Andai memang dibutuhkan untuk berkontribusi seperti itu, tentu saja saya siap,” lanjut Beckenbauer.

Perang Dingin Dua Dekade

Kapten timnas Jerman saat juara Piala Dunia 1974 tersebut tahu persis mendamaikan Hoeness dan Breitner bukan urusan mudah. Keduanya sama-sama keras walaupun bersahabat sejak remaja. Pengalaman masa lalu menjadi bukti tak terbantahkan mengenai hal tersebut.

Pada 1983, dalam tur Bayern ke Asia, Breitner yang saat itu masih menajdi pemain bersitegang dengan Hoeness yang menjabat manajer. “Kau tak usah bicara lagi!” tegas pria yang sempat membela Real Madrid itu sambil melemparkan sepatunya ke arah sang manajer.

Setelah itu, mereka tak pernah lagi bicara. Baru satu dekade kemudian keduanya duduk satu meja dalam sebuah acara makan malam. Namun, hubungan mereka tak lantas baik-baik saja. Hubungan mereka membaik pada milenium baru.

Itu dibuktikan oleh kepercayaan Hoeness dan Bayern menjadikan sang mantan kolega sebagai konsultan, kepala pemandu bakat, dan duta klub pada 2007. Akan tetapi, pada 2017, Breitner dibebastugaskan. Hal itu dikabarkan mulai memunculkan ketegangan di antara keduanya.

Comments
Loading...