Football5star
Berita Sepak Bola Terkini Terlengkap Football5star.com

Fans Dortmund Akan Boikot Pertandingan Lawan Augsburg

116

Football5Star.com, Indonesia – Aliansi 28 fans club Borussia Dortmund sepakat untuk memboikot pertandingan kandang melawan FC Augsburg, 26 Februari 2018. Itu dilakukan sebagai protes kepada Deutscher Fussball Liga (DFL) yang mengadakan pertandingan Senin malam pada musim ini. Para fans Dortmund menilai hal tersebut sudah berlebihan.

“Bagi kami, pada akhirnya terjadi sesuatu yang telah malampaui batas dan tak bisa ditoleransi. Kami tak lagi ikut dalam perkembangan gila terkait waktu kick-off! Sepak bola bukan tayangan televisi, tapi tontotan di stadion!” tegas pernyataan resmi aliansi fans Dortmund di akun Facebook yang mereka buat, Jumat (12/1/2018).

Para fans Borussia Dortmund membentuk Yellow Wall yang terkenal.
focus.de

Ancaman itu bukan gertak sambal. Aliansi tersebut terbilang solid. Dibangun pada 2014, mereka memiliki 2.261 anggota. Hampir semuanya merupakan penonton tetap di Tribun Selatan Signal Iduna Park saat Die Schwarzgelben melakoni laga kandang. Mereka mengaku terpaksa memutuskan untuk memboikot pertandingan yang dijadwalkan berlangsung pada Senin pukul 20.30 waktu setempat itu.

“Dengan berat hati, kami memutuskan untuk menghanguskan tikat kami pada hari ini. Putusan ini sama sekali bukan sebagai bentuk perlawanan kepada tim. Kami hanya tak bisa menerima pertandingan Bundesliga 1 berlangsung pada hari Senin!” tandas mereka.

Bagi para fans Dortmund, pertandingan yang digelar pada Senin malam sangat merugikan. Mereka memberi contoh suporter Augsburg yang harus menjalani perjalanan hampir 600 km untuk laga nanti. “Bagi mereka yang bekerja, tentu bukan ide bagus untuk cuti dua hari. Namun, jika memaksakan diri, mereka jelas akan keletihan saat tiba di tempat kerja,” beber mereka lagi.

Putusan DFL untuk mengadakan pertandingan pada Senin memang telah menimbulkan penentangan di antara pada fans. Mereka keberatan karena hal itu melabrak tradisi pertandingan sepak bola yang hanya digelar pada akhir pekan. Di samping itu, mereka juga memprotes pertandingan pada larut malam. Mereka lebih menyukai kick-off pukul 15.30 waktu setempat.