FC Bayern Campus Bukan Hanya untuk Bayern

Football5Star.com, Indonesia – Mulai musim ini, Bayern Munich memiliki akademi baru di Ingolstaedter Strasse 272. Manajemen Bayern memercayakan pengelolaan akademi bernama FC Bayern Campus ini kepada Hermann Gerland yang sebelumnya menjadi asisten pelatih sejak pemecatan pelatih Juergen Klinsmann pada akhir April 2009.

Menariknya, menurut Gerland, FC Bayern Campus bukan hanya untuk Bayern. Hal itu diungkapkan pada sebuah talk show di Fussball Meuseum, Dortmund, pada Kamis (31/8/2017).

“Pemain-pemain terakhir yang berhasil menembus tim utama kami adalah David Alaba dan Thomas Mueller. Itu sudah lama. Sekali lagi, kami ingin mengorbitkan satu atau dua pemain per tahun ke tim utama. Jika tidak cukup bagi Bayern, mungkin bisa untuk (Borussia) Dortmund atau Schalke. Juga untuk VfL Bochum,” terang Gerland yang juga meleganda di Bochum. “Kami ingin melatih talenta-talenta untuk Bundesliga dan Jerman.”

Pria berumur 63 tahun itu optimistis FC Bayern Campus bisa menelurkan lagi pemain-pemain bagus. Itu didasarkan pada keseriusan Die Roten mengelola pusat talenta yang baru itu. Semua fasilitas tersedia dengan kualitas sangat baik.

Bukan hanya fasilitas fisik, Bayern juga menyediakan dokter, fisioterapis, masseur, pelatih, hingga psikolog dengan kualitas oke. “Sungguh menakjubkan. Ada 1.000 orang yang ada di sana. Sewaktu di Bochum, saya hanya punya seorang pengawas dan sopir bus,” celoteh Gerland.

Bukan Penemu Lahm

Mengenai target yang dicanangkan, pria yang juga pernah menjadi asisten pelatih Die Roten pada masa Soeren Lerby dan Erich Ribbeck tersebut tak akan main-main. Menurut dia, andai pelatih yang ada dinilai tak bagus, dia akan menggantinya dengan yang baru dan lebih bagus.

Terkait menemukan pemain hebat, Gerland teringat kepada Philipp Lahm. “Saya ini bukan penemu Lahm. Dia sudah ada di sana. Tapi, memang sayalah yang melihat talenta besarnya. Saya melontarkan pujian bagi Lahm di mana-mana seperti tukang bir,” kisah dia.

Lebih lanjut, dia menambahkan, “Tak ada yang percaya hal itu. Bahkan sitri saya pun skeptis. Dia bilang, ‘Apakah kamu tidak salah soal Lahm?’ Saya jawab, ‘Kalau dia bukan pemain bagus, saya akan jadi pelatih polo air atau bola voli saja.’ Ternyata kemudian Lahm memenangkan segalanya. Dia menjadi salah satu pemain terbaik Jerman sepanjang masa.”

Comments
Loading...