Football5star
Berita Sepak Bola Terkini Terlengkap Football5star.com

Kiper Dortmund Anggap Kritik Terhadapnya Mengada-Ada

257

Football5Star.com, Indonesia – Kiper Borussia Dortmund, Roman Buerki, mengaku heran atas kritik yang menilai performanya buruk. Padahal, dia Bundesliga 1, dia punya peran besar membuat Die Schwarzgelben bertengger di puncak klasemen dan hanya kebobolan dua gol. Dia menilai kritik yang muncul saat ini adalah mengada-ada.

Meskipun luar biasa di Bundesliga 1, Dortmund musim ini tampil sangat buruk di LIga Champions. Dalam dua laga, mereka selalu kalah 1-3. Terutama saat ditaklukkan Tottenham Hotspur, Buerki dianggap sebagai biang keladi hasil buruk yang dituai Dortmund. Dia dianggap bersalah dalam dua gol yang dicetak The Lilywhites.

Mengenai hal itu, Buerki memberikan pembelaan. “Soal gol itu, aku bisa saja menutup ke tiang dekat, tapi mereka akan memilih tiang jauh. Jadi, tetap saja kami kalah. Seorang kiper harus mengawal seluruh arena gawangnya. Itulah yang coba kulakukan. Orang kerap kali menganggap enteng,” jelas dia kepada Westdeutsche Allgemeine Zeitung, Kamis (12/10/2017).

Terkait performa yang dianggap buruk itu, sempat beredar kabar bahwa Die Schwarzgelben tengah membidik kiper lain. Salah satunya Kevin Trapp dari Paris Saint-Germain. Namun, hal itu buru-buru dibantah manajemen Dortmund.

sportschau.de

Secara pribadi, Buerki yang diangkut dari SC Freiburg pada 2014 mengisyaratkan keinginan bertahan lebih lama di Signal Iduna Park. Bahkan, dia mengakui sudah ada pembicaraan awal tentang kontrak baru.

“Sudah ada pembicaraan soal itu. Aku tak bisa membayangkan hal yang lebih baik dari bermain di sini. Aku merasa sangat nyaman di lingkungan ini dan yakin akan segera ada putusan,” jelas kiper asal Swiss tersebut.

Lebih jauh, kiper berumur 26 tahun itu mengungkapkan, “Seperti saat pertama kali tiba di sini, aku ingin tinggal dalam waktu yang lama. Itu karena klub ini dikenal di seluruh dunia dan menghadapi klub-klub terbaik di Liga Champions. Kami punya tim yang luar biasa dan pemain-pemain yang kompak. Tak ada kubu-kubuan, itu sangat penting bagiku. Aku merasa diterima dan didukung penuh.”