Liga Terhenti, Robert Alberts hingga Bek Borneo Curhat kepada Media Asing

Football5star.com, Indonesia – Kompetisi sepak bola di Indonesia belum juga bergulir. Liga 1 dan Liga 2 2020 masih belum jelas kapan akan mulai kick off kembali. Terbaru pihak PSSI tengah berdiskusi dengan Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) terkait Surat Keputusan (SK) penundaan kompetisi.

Masih terhentinya kompetisi sepak bola Indonesia ini pun jadi sorotan salah satu media asing ternama, AFP. Cerita pekerjaan baru bek Borneo, Andri Muliadi di tengah terhentinya kompetisi sepak bola diangkat oleh media yang sudah berdiri sejak 1835 tersebut.

Kompetisi Masih Terhenti, Robert Alberts hingga Bek Borneo Curhat ke Media Asing2
AFP/Chaideer Mahyuddin

“Kami semua panik ketika pandemi melanda” kata pemain berusia 27 tahun tersebut seperti dikutip Football5star.com dari AFP, Rabu (11/10/2020).

“Saya tidak punya pilihan selain mencari cara alternatif untuk menghasilkan uang untuk menghidupi keluarga saya selama masa sulit ini. Pemain harus menemukan cara lain untuk menghasilkan uang,” kata pemain yang saat ini bisnis kopi milik mertuanya secara online.

“Kami tidak bisa tumbuh secara profesional kecuali ada persaingan.” tambah Andri Muliadi.

Keluhan soal kompetisi yang belum juga berlangsung disampaikan oleh pelatih Persib Bandung, Robert Alberts. Menurut pelatih asal Belanda tersebut, penundaan kompetisi akan membuat pemain terganggu secara fisik dan mental.

“Para pemain banyak melatih emosi dalam persiapan dan mereka tentu ingin jadi yang terbaik sepanjang waktu,” ucap Roberts.

“Begitu Anda bersiap untuk sesuatu dan itu dibatalkan dan kemudian Anda bersiap lagi dan dibatalkan, menjadi sangat sulit untuk meningkatkan hal tersebut setiap saat,” ucap Roberts.

Kapten Persib, Supardi Nasir juga menegaskan bahwa mayoritas pemain di Indoenesia menjadi sepak bola adalah mata pencarian mereka.

“Saya benar-benar memutar otak untuk mencari cara bagaimana menghidupi keempat anak saya. Bermain sepak bola adalah satu-satunya mata pencarian saya,” ucap Supardi.

Pemberitaan AFP mengenai curhatan para pelaku sepak bola nasional menarik perhatian banyak media lain. Media berbasis di Singapura, channelnewsasia juga mengangkat hal ini. Selain itu ada juga media Thailand, Bangkok Post, hingga media Peru, Americatv.com.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More