Lima Fakta Menarik dari Laga PSG vs Bayern

Football5Star.com, Indonesia – Paris Saint-Germain (PSG) terus menunjukkan kedigdayaannya. Setelah menggasak Celtic FC lima gol tanpa balas pada matchday I, Les Parisiens menghajar Bayern Munich 3-0, Kamis (28/9/2017) dinihari WIB. Meski kalah dalam beberapa statistik, terutama penguasaan bola, mereka jauh lebih mematikan lewat serangan balik cepat yang mengandalkan trio MaCaN (Mbappe-Cavani-Neymar).

Berikut adalah lima fakta menarik dari laga PSG vs Bayern yang berhasil dihimpun Football5Star.

Kekalahan Terbesar Bayern di Prancis

Pulang dengan tiga gol tanpa balas dari PSG di Parc des Princes menyamai rekor kekalahan terbesar Bayern saat melawat ke Prancis. Sebelumnya, dua kali mereka mengalami kekalahan serupa. Pertama, saat Die Roten melawat ke kandang St-Etienne pada 1 Oktober 1969. Hal itu berulang ketika mereka menyambangi kandang Olympique Lyon, Stade Gerland, pada 6 Maret 2001.

Itu juga merupakan kekalahan terbesar yang dialami Bayern di Parc des Princes. Dalam tiga lawatan terdahulu, Bayern hanya kalah 0-2 pada 1994, 1-3 (1997), dan 0-1 (2000).

Start Terbaik PSG

Kemenangan dalam dua matchday dengan selisih gol 8-0 adalah start terbaik PSG di fase grup Liga Champions. Sebelumnya, rekor terbaik adalah dua kemenangan dengan selisih gol 5-0 yang dibukukan pada musim 2015-16. Kala itu, mereka menang 2-0 atas Malmoe FF dan 3-0 atas Shakhtar Donetsk.

Sebenarnya, memenangi dua matchday awal bukanlah hal baru bagi Les Parisiens. Sebelumnya, mereka telah tiga kali melakukan hal tersebut, yakni pada musim 1994-95, 20013-14, dan 2015-16.

Kekalahan Terbesar Kedua Ancelotti

Di kancah Liga Champions, kekalahan memang bukan hal baru bagi pelatih Bayern, Carlo Ancelotti. Namun, kekalahan telak dengan selisih tiga gol sangat jarang dialaminya. Bahkan, ini adalah kekalahan terbesar kedua bagi pelatih asal Italia tersebut. Kekalahan itu hanya kalah besar dari saat AC Milan ditaklukkan Deportivo La Coruna 0-4 pada 6 April 2004.

Secara keseluruhan, ini merupakan kekalahan ke-34 dalam 151 laga yang dilakoni Ancelotti di Liga Champions. Satu hal yang patut dicatat, kekalahan ini membuat dia mengalami tiga kekalahan dalam empat laga terakhir di Liga Champions.

Tradisi Neymar

Bayern sepertinya menjadi lawan favorit bagi Neymar. Torehan satu gol di Parc des Princes, Kamis (28/9/2017) dinihari WIB, menjadikan dia tak pernah absen mencetak gol dalam setiap perjumpaan dengan Die Roten. Sebelumnya, dalam dua kesempatan bersama Barcelona pada 2014-15, dia juga selalu ikut menjejalkan si kulit bulat ke gawang Bayern.

Hingga saat ini, dalam tiga kesempatan menghadapi Bayern, sang pemain termahal dunia telah mengemas empat gol. Di Liga Champions, hanya PSG dan Celtic FC yang lebih sering dibobol mantan pemain Santos tersebut. PSG dijebol tujuh kali, sedangkan Celtic dijejali lima gol.

Rekor Buruk Ulreich

Laga menghadapi PSG merupakan kali ketiga Sven Ulreich tampil di Liga Champions. Namun, inilah kali kedua secara beruntun dia kebobolan tiga gol. Sebelumnya, pada 23 November 2016, gawang mantan kiper VfB Stuttgart itu juga dibobol tiga kali oleh para penggawa FK Rostov sehingga Bayern kalah 2-3. Ini tentu menjadi sinyal bahaya bagi Die Roten yang hingga Januari 2018 belum bisa diperkuat Manuel Neuer.

Satu-satunya hasil bagus adalah saat dia debut di Liga Champions menghadapi Dinamo Zagreb pada 9 Desember 2015. Kala itu, Die Roten menang 2-0.

Comments
Loading...