Luncurkan Produk Fashion, Lingard Disemprot Ince

Football5star.com, Indonesia – Jesse Lingard kembali mendapatkan kritik. Kali ini dari legenda Manchester United, Paul Ince. Ince geram karena Lingard mulai tak fokus bermain sepak bola dan mengalihkan fokusnya pada dunia fashion. Lewat sebuah kolom di Paddy Power, Ince menjadikan Lingard sebagai contoh kesalahan yang dilakukan Manchester United.

Beberapa hari menjelang pertandingan melawan Liverpool, pemain Internasional Inggris itu mempublikasikan beberapa foto brand fashion terbaru miliknya bernama JLingz. Jika dilihat dari akun Instagram dari JLingz, produk ini diluncurkan pada 9 Desember 2018 atau satu minggu menjelang laga penting melawan The Reds.

“Semua yang kami lihat di media sosial tentang pakaian barunya, tariannya, dan perjalanan ke Las Vegas dan Miamu. Kenyataannya, dia mencetak dua gol sepanjang musim. Seorang pemain di posisinya hanya berhasil mencetak dua gol, tetapi masih bisa merayakan tujuannya sendiri?” tulisnya di Paddy Power.

Ince geram dengan sikap pemain berusia 26 tahun itu. Ia menyarankan mengingat keadaan Manchetster United yang sekarang, ia seharusnya lebih memprioritaskan sepak bolanya. The Red Devils saat ini tercecer di peringkat ke-6 tertinggal 19 angka dari pemuncak klasemen, Liverpool.

View this post on Instagram

HAPPY BIRTHDAY @jesselingard l #BEYOURSELF #JLINGZ

A post shared by JLINGZ (@jlingz) on

“Ada banyak hal yang dapat Anda lakukan di luar sepak bola, seperti mengambil lisensi pelatihan, mencari gelar sarjana, dan belajar bahasa. Anda tidak perlu membuat merek pakaian Anda sendiri seolah-olah Anda adalah salah satu bintang terbaik di dunia.

“Lagipula, (jika dilihat) cara dia bermain, siapa yang ingin memakai pakaiannya? Dia perlu mengingat siapa dia,” cercanya.

Ince pun membandingkannya dengan kondisi saat ia masih bermain. Pemain yang berposisi sebagai gelandang ini memperkuat Setan Merah selama enam musim, dari 1989 hingga 1995.

“Saya benci mengatakannya, tetapi dia tidak akan lolos begitu saja di zaman saya. Para pemain ini, ketika mereka datang ke United dan ingin sukses, harus melihat bagaimana para pemain yang tepat melakukannya sendiri.

“Jika Anda berada di puncak klasemen dan Anda memiliki tiga medali pemenang gelar Liga Premier Inggris, medali pemenang Liga Champions dan sebagainya, maka Anda dapat pergi dan membuat merek pakaian Anda. Tetapi dia tidak. Dia adalah contoh utama dari semua yang salah di Manchester United,” tutupnya.

Comments
Loading...