Lupakan Emil Audero, Baiknya PSSI Panggil Anak Eks Pemain Dortmund

Football5star.com, Indonesia – Beberapa tahun lalu, mantan ketum PSSI, Edy Rahmayadi dibuat berang oleh kiper Sampdoria, Emil Audero. Edy Rahmayadi saat itu mengatakan bahwa Emil sebagai orang yang sombong.

“Ada orang kita bernama Audero Mulyadi yang dari Juventus, tapi sombongnya minta ampun,” kata Edy saat itu. Pernyataan Edy ini disebabkan Emil menolak untuk dipanggil PSSI untuk membela timnas Indonesia.

Emil adalah satu dari sekian banyak pesepak bola keturunan Indonesia yang berkarier di Eropa. Terlepas saat in kita memiliki sejumlah kiper berkualitas, tidak ada salahnya memang jika melirik pemain keturunan Indonesia yang ada di luar negeri.

Untuk sektor kiper, mari kita lupakan Emil. Selain Emil, PSSI mungkin bisa memantau salah satu pemain berdarah Indonesia yang saat ini berkarier di klub UEA, Al Wahda, Dayen Gentenaar.

Dayen adalah anak dari eks kiper Ajax dan Borussia Dortmund, Dennis Gentenaar. Dikutip dari Football5star.com dari sepakbolanda, Minggu (5/4/2020) Dennis pernah mengatakan kepada Stefano Lilipaly bahwa dirinya memiliki darah Indonesia.

“Ayahnya keturunan Indonesia. Dia bilang, ayahnya lahir di Bandung,” kata Stefano Lilipaly pada 2012 lalu. Setelah gantung sepatu di NEC, Dennis melanjutkan kariernya sebagai pelatih kiper dan tahun ini ia menjadi pelatih kiper di Al Wahda bersama sang anak.

Karier Dayen sendiri tak jauh berbeda dengan sang ayah. Jika sang ayah pernah memperkuat klub Amsterdam, Ajax. Maka kiper berusia 18 tahun ini sebelum bergabung ke Al Wahda pernah jadi bagian tim Amsterdam lainnya, AFC Amsterdam.

Dennis sendiri berharap anaknya mampu terus tumbuh dan menjadi kiper bagus bersama Al Wahda. Meski ia sadar bahwa cukup sulit bagi anaknya untuk bisa menembus kiper utama di Liga UEA.

“Sulit untuk seorang kiper asing bisa menembus menjadi kiper utama di klub Arab. Saya memiliki empat kiper, dan tiga kiper ialah orang Arab,” kata Dennis seperti dikutip dari gelderlander.nl

Dayen GentenaarTimnas Indonesia