Luuk de Jong Hampir Saja Dapatkan Kekecewaan Ganda

Football5Star.com, Indonesia – Dalam setiap kompetisi, hanya ada satu yang akan tertawa pada pengujungnya sebagai juara. Pada gelaran Eredivisie musim 2018-19, Ajax yang tertawa. Sementara itu, PSV Eindhoven harus gigit jari. Sang kapten, Luuk de Jong, bahkan hampir mendapatkan kekecewaan ganda.

Selain gagal mengantarkan PSV menjuarai Eredivisie, Luuk de Jong hampir saja kehilangan gelar pencetak gol terbanyak. Pada pekan terakhir, koleksi 28 golnya hampir dilewati gelandang serang Ajax, Dusan Tadic. Untung bagi De Jong, Tadic hanya mencetak dua gol ke gawang De Graafschap sehingga perolehan gol mereka sama.

Luuk de Jong hampir saja gagal menjadi top skorer Eredivisie.
ed.nl

Ada sedikit nada kekecewaan yang tersirat dari ucapan Luuk de Jong setlah dipastikan hanya jadi top skorer bersama Eredivisie musim ini. “Tentu saja Tadic telah melakukan pekerjaan fantastis, tapi aku seharusnya mempun mencetak satu gol ke gawang Heracles,” tutur di seperti dikutip Football5Star.com dari NU.nl.

Meskipun demikian, dia tetap mengungkapkan kebanggaannya. “Akan tetapi, aku tetap menjadi top skorer di Belanda, bersama Tadic. Aku bisa tetap bangga akan hal itu,” kata striker berumur 28 tahun itu.

Luuk de Jong: PSV Tak Konsisten

Hal yang membuat kapten PSV itu lebih kecewa adalah kegagalan juara Eredivisie. Dia menyesalkan hal tersebut karena performa PSV pada paruh pertama musim ini sangat baik. Namun, pada akhirnya, mereka kalah konsisten dari Ajax.

Luuk de Jong kecewa PSV kalah konsisten dari Ajax pada Eredivisie musim ini.
ed.nl

“Kami memenangi 16 dari 17 pertandingan. Kami tahu tak akan dapat melakukan itu lagi setelah jeda musim dingin. Namun, perbedaan yang ada ternyata terlalu besar. Kami harus memainkan begitu banyak pertandingan dan tak cukup konsisten,” ujar dia lagi.

Hal yang menyesakkan, PSV sebetulnya telah tampil sangat baik. Anak-anak asuh Mark van Bommel sanggup meraih 83 poin dan mencetak 98 gol. Biasanya, itu jadi modal yang cukup untuk menjuarai Eredivisie. Namun, mereka punya kompetitor lebih baik, yakni Ajax.

“Tentu saja menyakitkan ketika gagal jadi juara. Terutama karena kami telah berada di puncak klasemen selama hampir sepanjang tahun. Namun, kami masih tepat bangga atas performa kami musim ini,” ucap Luuk de Jong menutup pembicaraannya.

Comments
Loading...