Made Putra Kaicen, Jebolan Akademi PSG Harapan Baru Timnas

Football5star.com, Indonesia – Timnas U-15 berhasil meraih peringkat ketiga ajang Piala AFF U-15 di Thailand, Jumat (9/8/2019). Melawan Vietnam di perebutan tempat ketiga, timnas menang lewat babak adu penalti dan I Made Putra Kaicen jadi pahlawan.

Kiper asal Bali ini sukses gagalkan tiga tendangan penalti dari pemain Vietnam. Aksi kiper kelahiran Denpasar 15 April 2004 silam tersebut memang patut diberi ancungan dua jempol.

Sebelum jadi pahlawan timnas U-15 di pertandingan perebutan tempat ketiga, Made juga catatkan rekor tersendiri saat babak fase grup. Di grup A Piala AFF U-15 2019, ia tak satu kalipun mampu dibobol striker lawan.

Made sukses catatkan cleansheet di empat laga Garuda Muda di babak penyisihan grup A Piala AFF U-15 2019. Langkah Made menjadi seorang kiper dimulai saat ia mengikuti PSG Academy di Bali pada 2016 lalu. M

pssi.org

Made termasuk dari 50 anak yang berasal dari 3 Sekolah Sepak Bola (SSB) yang lolos untuk ikut berlatih di PSG Academy Bali.

Pada tahun lalu, Made berhasil lolos di Bali United Elite Academy. Ia menjadi salah satu dari 21 pemain yang berhasil lolos di seleksi ini menyingkirkan 520 pemain lain.

Bicara soal kepiawaiannya menghentikan laga penalti, Made memang memiliki rekam jejak sangat baik. Saat membela Bali United U-16, ia sukses gagalkan eksekutor penalti saat bertemu Persija U-16 di babak semifinal.

Berkat Markus Horison

Meski begitu Kaicen bukan sosok pemain yang besar kepala. Buktinya saat ia mampu gagalkan tendangan penalti pemain Vietnam di babak fase grup Piala AFF U-15 2019, Made menganggap keberhasilannya tersebut merupakan sukses tim bukan individu.

“Senang bangga bisa membantu tim, tapi saya punya ‘mindset’ untuk memberikan yang terbaik di setiap pertandingan. Dan saya pikir kemenangan tadi bukan berkat saya saja. Bukan kerja individu tapi karena kerja sama tim,” kata Made, seperti dikutip laman resmi PSSI

Ia pun tak lupa untuk berterima kasih kepada pelatih kiper timnas U-15, Markus Horisson. Menurutnya Markus banyak memberikannya ilmu mengantisipasi tendangan penalti.

“Tadi waktu penalti, saya ingat ilmu dari Coach Markus soal membaca sepakan penalti lawan lewat ancang-ancangnya,” kata Made Putra Kaicen.

Comments
Loading...