Mainkan Iheanacho, Manchester City Memang Mau Tampil Menyerang

Kemenangan atas Manchester United tak lepas dari taktik Pep Guardiola yang berani memainkan Kelechi Iheanacho. Itu memang jadi buktik bahwa Guardiola enggan bertahan di markas rival beratnya.

City jelang laga derby mendapat kabar tak sedap ketika penyerang andalannya, Sergio Aguero, dilarang tampil karena skorsing tiga pertandingan. Kehilangan Aguero sangat merugikan mengingat dia adalah top skorer tim dengan enam gol musim ini.

Dengan kondisi seperti ini, MU jelas lebih diuntungkan mengingat mereka main di kandang sendiri dan tampil full team. Wajar jika kalangan memprediksi City akan bermain aman dengan tidak menempatkan penyerang murni dalam formasinya.

Tapi Guardiola berkata lain karena posisi Aguero digantikan Iheanacho dengan diapit Raheem Sterling dan Nolito. Keputusan Guardiola ini berbuah manis karena Iheanacho menginspirasikan kemenangan 2-1 lewat satu gol dan satu assist-nya.

Selain itu City pun tampil lebih agresif ketimbang MU dengan 60 persen ball possesion serta membuat 18 attempts dengan enam on target. Sementara MU hanya tiga yang on target dari total 14 attempts.

Maka wajar jika Guardiola sesumbar bahwa dipasangnya Iheanacho jadi bukti bahwa City tidak mau main bertahan hanya karena Aguero absen.

“Dia satu-satunya striker kami saat ini. Saya berpikir soal opsi lain memang – tapi saya rasa berpikir di awal untuk menunjukkan kepada para pemain bahwa saya datang untuk menang,” ujar Guardiola seperti dilansir Soccerway.

“Saya kebobolan banyak gol dari strategi serangan baliknya Mourinho karena tim-tim asuhannya sangat bagus dalam hal itu. Tapi kami mengontrol permainan di babak pertama, kami mungkin kena satu atau dua serangan balik, tidak lebih,” sambungnya.

“Itu sangat bagus, kami bertahan dari bola mati dengan sangat baik karena mereka sangat kuat dan lebih tinggi dibanding kami serta bertahan dengan sangat baik,” tutupnya.