Makedonia Utara Bawa Semangat Khusus Saat Lawan Timnas U-19 Lagi

Football5Star.com, Indonesia – Timnas U-19 Indonesia akan kembali berlaga melawan timnas U-19 Makedonia Utara, Rabu (14/10/2020) malam WIB. Kewaspadaan mesti diusung tinggi-tinggi oleh tim asuhan Shin Tae-yong meskipun mampu unggul 4-1 pada pertemuan pertama. Pasalnya, lawan akan datang dengan semangat khusus.

Sehari jelang laga melawan timnas U-19 Indonesia, publik sepak bola Makedonia Utara merayakan ulang tahun ke-27 timnas negeri itu. Pada 13 Oktober 1993, negeri pecahan Yugoslavia tersebut menjalani laga pertama sebagai negara mandiri.

Meskipun sudah merdeka setelah Yugoslavia bubar pada 1991, negeri pecahan Yugoslavia itu baru diakui sebagai anggota UEFA dan FIFA dua tahun kemudian. Laga bersejarah berlangsung pada 13 Oktober 1993 di Kranj. Lawan mereka adalah timnas Slovenia.

Tim asuhan Andon Doncevski menorehkan tinta emas. Mereka memetik kemenangan 4-1 atas Slovenia pada laga tersebut. Zoran Boskovski jadi pencetak gol pertama timnas Makedonia. Sementara itu, Darko Pancev, bintang Inter Milan, menjadi pemberi assist dan pencetak gol penalti pertama.

Pada awalnya, Makedonia Utara mengusung nama Former Yugoslav Republic of Macedonia (FYROM). Hal itu terkait keberatan Yunani atas pemakaian nama Makedonia yang merupakan nama salah satu bagian dari negeri itu. Pada 2018, FYROM tak lagi digunakan. Sebagai gantinya, muncul nama Makedonia Utara yang ditentukan lewat referendum.

PR Besar Makedonia Utara Lawan Indonesia

Semangat ultah ke-27 timnas Makedonia Utara itu bisa dijadikan suntikan semangat tersendiri oleh pelatih timnas U-19 negeri itu, Shkumbin Arslani. Bukan apa-apa, Dimitar Todorovski cs. menghadapi pekerjaan rumah luar biasa besar pada laga kedua melawan timnas U-19 Indonesia.

Makedonia Utara tak berdaya dan kalah 1-4 dari timnas U-19 Indonesia meskipun diperkuat 10 pemain yang membela klub-klub luar negeri.
pssi.org

Kekalahan 1-4 pada pertemuan pertama, Minggu (11/10/2020) malam WIB, menunjukkan banyak kelemahan Makedonia Utara. Pada laga itu, tim asuhan Arslani benar-benar tak dapat berbuat banyak. Mereka tak mampu memberikan perlawanan ketat. Baru 13 menit laga berjalan saja, gawang Kire Novakov sudah dijebol Witan Sulaiman.

Menurut Gol, salah satu sebab kekalahan telak dari Indonesia adalah skuat yang tak lengkap. Pada dua laga lawan Indonesia di Split, tim asuhan Arslani disebut tak diperkuat beberapa pemain kunci. Meskipun tak menyebutkan nama, pemain pilar yang absen itu sepertinya antara lain merujuk kepada gelandang Ivan Nikolov dan kiper Kristijan Kitanovski.

Terlepas dari hal itu, Arslani harus memeras otak lebih keras untuk laga kedua melawan timnas U-19 Indonesia nanti. Tak mampu membuat perubahan besar, kekalahan telak mungkin akan kembali ditelan Makedonia Utara. Untuk itu, dia butuh etos kerja dan semangat tinggi dari Todorovski dkk. Ultah timnas bisa jadi salah satu sumbernya.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More