Mampukah Leeds United Naik ke Kasta Utama Liga Inggris?

Football5star.com, Indonesia – Pencinta Liga Inggris era akhir 90-an dan awal 2000-an tentu tak asing dengan klub Leeds United. Leeds di era itu dikenal dengan klub bermaterikan pemain muda yang mematikan.

Nama-nama pemain seperti Harry Kewell, Alan Smith, Mark Viduka, Ian Harte, Nigel Martyn, hingga Rio Ferdinand jadi kekuataan Leeds di era itu. Di arsiteki David O’Leary, klub berjuluk The Whites itu sempat menembus ke babak empat Piala UEFA.

Naas masa kejayaan Leeds hanya sesaat. Setelah era Milenium, Leeds digoncang masalah keuangan. Pada 2001, Leeds terpaksa melego pemain bintangnya seperti Rio Ferdinand demi menutup kerugian klub.

Tak hanya Rio Ferdinand, satu persatu pemain bintang Leeds angkat koper dari Stadion Elland Road. Saat terdegradasi ke kasta kedua Liga Inggris musim 2004/2005, hanya tersisa Gary Kelly, rekan sehati Ian Harte yang bertahan.

gettyimages

Sejak saat itu, Leeds United hanya berkutat di kasta kedua Liga Inggris. Sulit untuk mereka bisa merangkak ke kasta utama dengan skuat seadanya dan kondisi keuangan klub tak baik.

Badai ekonomi lebih besar menghantam Leeds pada musim 2007. Karena masalah administrasi, klub yang berdiri sejak 99 tahun lalu itu dikurangi 10 poin oleh federasi sepak bola Inggris. Akibatnya mereka pun terlempar ke kasta ketiga Liga Inggris.

Butuh tiga musim bagi Leeds untuk bisa naik ke kasta kedua Liga Inggris. Setelah sempat dimiliki investor Italia bernama Massimo Cellino, saham Leeds sempat dikuasai 50 persen oleh konsorsium suporter Leeds.

Namun masalahnya dari segi bisnis hal tersebut tak membuat klub banyak meraih laba. Baru pada 2017, pebisnis Italia lainnya, Andrea Radrizzani berhasil menguasai keseluruhan saham yang dimiliki oleh Cellino.

Di bawah kepemimpinan Radrizzani, Leeds perlahan namun pasti mencoba untuk kembali bangkit dan naik kelas ke kompetisi utama Liga Inggris.

Tangan dingin Bielsa dan peluang promosi

Radrizzani tak main-main untuk bisa membesarkan kembali nama Leeds United. Salah satu langkahnya yang dinilai sangat bagus ialah mengangkat Marco Bielsa sebagai pelatih kepala.

Mantan pelatih timnas Argentina itu tentu memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk membuat Leeds United kembai berjaya. Soal beban tugasnya membawa Leeds promosi, Bielsa yakin bisa mewujudkannya.

“Saya tiba di sini dan melihat komposisi pemain kami siap untuk promosi. Kami kehilangan banyak momen di musim-musim sebelumnya,” kata Bielsa seperti dikutip football5star.com dari situs klub.

Leeds United saat ini memang memiliki kans cukup besar untuk bisa promosi ke Liga Inggris musim depan. Leeds hingga pekan ke-43 Championship berada di posisi ke-3 dengan poin 82, sama dengan Sheffield United di peringkat ke-2, dan terpaut 5 poin dengan Norwich di posisi pertama.

gettyimages

Denga tinggal menyisakan tiga pertandingan lagi, Patrick Bamford cs wajib sapu bersih laga dengan kemenangan. Jika mampu, Leeds akan meraih poin 91 poin di akhir musim.

Artinya mereka bisa saja menggeser posisi Sheffield dan Norwich di peringkat dua dan satu, serta langsung promosi tanpa harus menjalani laga play off.

Akan tetapi Leeds musti berharap Norwich akan tersandung di laga melawan Stoke City, Blackburn, dan Aston Villa. Serta Sheffield tak mampu menang di tiga laga sisanya melawan Hull, Ipswich dan Stoke.

Meskipun hal tersebut tak terwujud, Leeds harusnya masih bisa memaksimalkan laga play off memperebutkan satu tiket Liga Inggris.

Peringkat tiga sampai enam Championship akan saling bertanding demi satu tiket promosi. Di bawah Leeds ada sejumlah klub yang sudah cukup kenyang bermain di Liga Inggris seperti West Bromwich Albion (peringkat empat), Aston Villa (peringkat lima) dan Middlesbrough (peringkat keenam).

Jika mampu minimal menggeser posisi Sheffield dari peringkat kedua, Leeds United akan kembali memberi warna di Liga Inggris musim 2019/2020.

Comments
Loading...