Mampukah Lionel Messi Hapus Kutukan di Copa America?

Football5star.com, Indonesia – Copa America 2019 akan dihelat pada 14 Juni hingga 7 Juli 2019 di Brasil. Bagi Lionel Messi ajang Copa America ialah pembuktian dirinya untuk bisa menghapus kutukan di kompetisi sepak bola bergengsi di kawasan CONMEBOL.

Ajang Copa America bagi Messi memang penuh dengan kenangan tak mengenakkan. Dua kali bintang Barcelona itu membawa tim Tango ke partai final Copa America namun kesemuanya berakhir dengan tangis dan kecewa.

Messi melakoni debutnya di Copa America pada perhelatan 2007 lalu. Dilatih oleh Alfio Basile, Argentina di ajang Copa America 2007 yang berlangsung di Venezuela gagal juara setelah di partai final dikalahkan oleh Brasil dengan skor telak 3-0.

Debut di Copa America

Pada debut pertamanya di ajang Copa America ini, Messi hanya bermain 79 menit saat Argentina bertemu Amerika Serikat di laga pertama babak penyisihan grup C.

Copa America 2019 - Brasil - Conmebol - @BGT_Eng

Menumpuknya sejumlah pemain senior di skuat tim Tango saat itu membuat Messi masih belum menjadi pilihan utama bagi Basile. Pada laga kedua Argentina melawan Kolombia, Messi pun diganti oleh Carlos Tevez.

Baru pada babak perempat final, La Pulga mampu tunjukkan kehebatannya dengan mencetak 1 gol saat Argentina menggebuk Peru dengan skor 4-0. Pada partai semifinal melawan Peru, Messi kembali mencetak satu gol dari tiga gol kemenangan Argentina.

Sayang di partai puncak, Messi tak berkutik. Ia harus melihat kehebatan Brasil di partai puncak. Tiga gol tim Samba yang dicetak oleh Julio Baptista, Dani Alves dan gol bunuh diri Roberto Ayala, membuat Messi merasakan kegagalan.

Meski Argentina gagal jadi juara di Copa America 2007, Messi di perhelatan tersebut masih catatkan diri sebagai pemberi asisst terbanyak yakni 11 assist.

Pada Copa America 2011, Messi kembali gagal membawa Argentina meraih gelar juara. Tim Tango hanya mampu bertahan hingga babak perempat final, kalah adu penalti dari Uruguay.

Mampukah Lionel Messi Hapus Kutukan di Copa America?
gettyimages.com

Dua kali disakiti Chile

Chile menjadi negara yang dua kali menyakiti La Pulga di ajang Copa America. Bagaimana tidak, di ajang Copa America 2015 dan 2016, La Roja membuat Messi jadi pecundang di partai puncak.

Messi datang ke ajang Copa America dengan percaya diri. Bagaimana tidak, ia baru saja antarkan Barcelona meraih gelar La Liga dan Liga Champions. Keyakinan untuk membayar kegagalan di 2007, ada di dada Messi.

Pada babak penyisihan, tim Tango bukan kekuatan yang seimbang untuk Paraguay, Uruguay, dan Jamaika. Lolos dari babak fase grup, Argentina jumpa Kolombia di perempat final.

Messi berhasil membawa Kolombia ke babak semifinal setelah menang adu penalti. Di semifinal, Argentina bertemu Paraguay, pesta gol berhasil dicatat oleh tim Tango, meski Messi tak mampu mencetak gol.

Sama dengan Copa America 2007, Messi pun catatkan diri mencetak 11 assist di ajang 2015. Bertemu Chile di partai final, Messi kembali dapatkan kutukan.

Bermain imbang di waktu normal, Messi jadi satu-satunya algojo penalti yang merobek gawang Carlos Bravo. Argentina kalah 1-4 di babak adu penalti dari Chile.

Kejadian menyakitkan kembali di alami La Pulga di Copa America 2016. Chile kembali singkirkan Argentina di partai puncak lewat adu penalti.

Hasil ini benar-benar membuat Messi sangat kecewa. Tangis air mata tak bisa ia bendung lagi setelah peluit panjang ditiupkan.

Mantan staf pelatih Argentina, Elvio Paolorosso, mengatakan bahwa La Pulga berada di ruang ganti pukul 2 malam sendirian.

“Jam dua pagi, kurang lebih, saya pergi ke ruang penyimpanan dan melihat Leo Messi benar-benar sendirian, menangis seperti anak kecil yang kehilangan ibunya,” kata Paolorosso seperti dikutip football5star.com dari bbc, Rabu (21/5/2019).

Yang lebih menyakitkan, Paolorosso menyebut bahwa penggawa Argentina lain tidak ada yang berusaha menghibur Messi.

“Dia merasa putus asa dan tidak ada yang bisa menghiburnya. Saya memberinya pelukan dan kami sedikit merengek bersama-sama,” tambahnya.

Comments
Loading...