Mampukah Mauricio Pochettino Mengulang Keajaiban 12 Tahun Silam?

Football5Star.com, Indonesia – Ada begitu banyak pertanyaan mengenai laga Barcelona vs Paris Saint-Germain, Kamis (17/2/2021) dini hari WIB. Salah satunya soal pelatih PSG, Mauricio Pochettino. Akankah dia mampu mengulang keajaiban 12 tahun lalu?

Satu setengah windu yang lalu, tepatnya 21 Februari 2009, keajaiban tersaji di Camp Nou. Espanyol yang ditangani Pochettino menang 2-1 dan mengakhiri rentetan 22 laga tanpa kalah Barcelona di pentas Liga Spanyol. Itu juga merupakan kemenangan pertama Espanyol di Camp Nou sejak 1982.

Hari itu, tak ada yang menyangka Espanyol asuhan Pochettino akan meraih kemenangan. Los Blanquiazules datang dengan rekor tak menang dalam 14 laga beruntun di pentas LaLiga. Mereka pun berkutat di posisi juru kunci. Sementara itu, Barcelona mantap berada di puncak klasemen. Kedua tim terpaut 42 poin!

Semua orang pesismistis soal peluang Espanyol menang. Sebuah preview bahkan menyebut Los Blanquiazules tak ubahnya melawan King Kong dengan hanya menggunakan sendok teh. Namun, keajaiban itu ada. Pelakunya adalah Ivan de la Pena, eks pemain Barcelona.

Lima menit babak kedua berjalan, De la Pena memutus kebuntuan. Lima menit kemudian, dia menggandakan keunggulan. Skor 2-0 bagi Espanyol bertahan hingga Yaya Toure membuat gol balasan pada menit ke-62. Hingga laga usai, skor tetap 2-1 dan Los Blanquiazules pulang dengan tiga poin.

“Saya tak tahu bagaimana kami melakukannya,” kata Mauricio Pochettino seperti dikutip Football5Star.com dari Sky Sports saat mengenang kemenangan sensasional itu. “Espanyol di dasar klasemen dan Barcelona di puncak. Semua orang mengatakan Espanyol sudah mati dan tak punya kans. Itu kemenangan istimewa dan kenangan luar biasa.”

Sebulan Pochettino di Espanyol

Ajaibnya, kemenangan itu adalah yang pertama bagi Pochettino sebagai pelatih Espanyol. Uniknya lagi, kemenangan itu diraih tepat sebulan berselang dari laga pertamanya.

“Itu laga ketiga atau keempat sejak saya ditunjuk sebagai pelatih dan saya mulai menerapkan gaya berbeda di Espanyol. Rencana kami adalah melakukan tekanan di wilayah lawan dan mengejutkan mereka,” kata Pochettino lagi.

Mauricio Pochettino dan Ivan de la Pena saat Espanyol menang atas Barcelona di Camp Nou pada 2009.
Getty Images

Dia menambahkan, “Saya ingat Barcelona punya Ronaldinho, (Samuel) Eto’o, (Thierry) Henry, Yaya Toure, (Eric) Abidal, (Carles) Puyol, dan (Andres) iniesta. Mereka semua dalam puncak performa dan terkejut oleh cara kami bermain.”

Pressing sepanjang laga memang jadi hal yang ditekankan Pochettino sejak didapuk sebagai pelatih Espanyol. Di Camp Nou, De la Pena dkk. melakukannya dengan baik.

“Itu memang idenstitas yang ingin kami berikan sejak kami tiba di sini. Kami mencari sebuah tim yang kompak dan itu jadi protagonisnya. Sedikit demi sedikit, kami mulai menemukannya,” ujar Pochettino kepada Marca selepas laga sensasional itu.

Kemenangan pada Derbi Catalunya di Camp Nou terbukti jadi tonik tersendiri bagi Espanyol. Setelah itu, Mauricio Pochettino mempersembahkan 8 kemenangan dari 14 laga sisa. Dari dasar klasemen, Los Blanquiazules pun finis di posisi ke-10.

Kartu Merah Seydou Keita

Seydou Keita diganjang kartu merah langsung setelah melanggar keras Moises Hurtado.
Getty Images

Kemenangan sensasional Espanyol dan Mauricio Pochettino di Camp Nou juga tak lepas dari putusan wasit Carlos Delgado Ferreiro yang mengusir Seydou Keita pada menit ke-38. Dalam laporannya, Delgado menyebut Keita menerjang ankle pemain lawan (Moises Hurtado) saat berusaha merebut bola.

“Tanpa keraguan, kartu merah itu mengubah segalanya. Itu sangat mirip dengan laga di Copa del Rey, sama-sama dengan banyak interupsi,” ujar Pep Guardiola, pelatih Barcelona, kala itu. “Saya ucapkan selamat kepada Espanyol. Kami harus segera bangkit.”

Thierry Henry juga mengungkapkan, hasil akhir akan berbeda bila pertarungan berlangsung sebelas lawan sebelas. Sementara itu, Eto’o mengungkapkan, “Satu-satunya cara mengalahkan kami memang seperti yang diperagakan Espanyol. Itu pun hanya bisa berhasil bila mereka mendapatkan wasit seperti malam ini.”

Pochettino Tak Menang Lagi

Mauricio Pochettino tak pernah lagi mengalahkan Barcelona dalam delapan pertemuan terakhir.
Getty Images

Kemenangan sensasional Espanyol di Camp Nou itu jadi satu-satunya kemenangan Mauricio Pochettino atas Barcelona. Setelah itu, dia hanya meraih tiga hasil imbang dalam delapan kesempatan. Sisanya, lima kali timnya harus mengakui keunggulan El Barca.

Kini, kesempatan kembali datang bagi Pochettino. Putusan manajemen PSG menunjuknya sebagai pengganti Thomas Tuchel jadi berkah tersendiri. Setelah tiga tahun, dia kembali berkesempatan melawan Barcelona dan melawat ke Camp Nou.

Pertanyaannya kemudian, mampukah Mauricio Pochettino mengulang keajaiban 12 tahun silam? Dia dipastikan butuh keajaiban karena Les Parisiens datang ke Camp Nou tanpa dua pilar penting, yakni Neymar dan Angel Di Maria.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More