Man. United Dinilai Salah Urus Memphis

Mantan pelatih fisik tim nasional Belanda, Raymond Verheijen, menilai performa buruk Memphis Depay musim ini merupakan akibat dari kesalahan penanganan Manchester United.

Dengan nilai transfer mencapai 25 juta Poundsterling dari PSV Eindhoven, serta catatan 22 gol dari 30 pertandingan, jelas Memphis menjadi harapan baru bagi United. Namun tidak selamannya harapan berbanding lurus dengan kenyataan. Dibandingkan dengan penampilannya di PSV, jelas performa Memphis bersama Man. United merosot jauh. Ia baru mencetak lima gol dalam 28 pertandingan di bawah arahan Louis van Gaal.

Menurut Verheijen kondisi tersebut bukanlah kesalahan dari pemain, namun murni kesalahan sebuah klub dalam menangani kondisi pemain.

“Depay datang dari PSV. Kompetisi di Belanda jelas berjalan lebih lambat daripada di Inggris, begitu pula dengan jumlah pertandingannya. Di sini (Inggris) anda memainkan banyak pertandingan dalam sepekan, dan gaya bermain Liga Inggris sangat bergantung pada fisik. Tentu saja ini menjadi perbedaan besar bagi Depay,” kata Verheijen sesuai yang dimuat oleh ESPN FC.

“Seharusnya para pelatih di Man. United lebih memperhatikan hal tersebut, dengan secara berkala meningkatkan volume dan latihan bagi Depay. Alhasil, dia bisa meningkatkan level permainannya secara berkala,” imbuhnya.

“Kemudian tentu dalam beberapa bulan kondisi fisiknya (Depay) sudah bisa beradaptasi dengan kecepatan kompetisi di Inggris,” tambah pelatih fisik yang pernah menangani empat negara berbeda di empat piala dunia tersebut.

“Apa yang dialami Depay juga banyak dialami pemain muda dari kompetisi yang levelnya lebih rendah. Mereka dipaksa mengikuti gaya latihan di tim barunya, tanpa para pelatih mengetahui apakah level kebugaran mereka telah siap. Hasilnya? Banyak pemain muda yang kelelahan dan performanya menurun jauh dibandingkan musim sebelumnya. Bahkan lebih parahnya kondisi tersebut membuat mereka rawan cedera,” ujar Verheijen.

Comments
Loading...