Manchester United Punya Bomber Ganas yang Cetak Puluhan Gol Musim Ini

Football5star.com, Indonesia – Salah satu masalah Manchester United di musim ini ialah tak konsistennya barisan lini depan Red Devils. Romelu Lukaku dan Marcus Rashford tidak bisa jadi bomber ganas Manchester United musim ini.

Lukaku musim ini hanya mampu cetak 12 gol di Liga Inggris, sementara Rashford hanya bisa mengoleksi 10 gol. Tak heran jika laju Manchester United di Liga Inggris dan Liga Champions terseok-seok.

Pilihan untuk datangkan striker anyar musim depan bisa jadi pilihan bagi Ole Gunnar Solskjaer. Namun, pria Norwegia itu bisa saja mempromosikan bomber muda Red Devils yang punya koleksi gol lebih banyak dibanding Lukaku dan Rashfrod.

Ialah Mason Greenwood, striker muda Manchester United yang pada musim 2018-19 total telah mengoleksi 26 gol di semua kompetisi. Striker 17 tahun ini di level Liga Inggris U-18 mampu mengoleksi 15 gol.

Capaian ini membuatnya menjadi pemenang Jimmy Murphy Youth Poty Winner. Tak mengherankan publik Old Trafford menginginkan Mason mampu menembus tim utama Red Devils musim depan.

Gaya Main Mason Greenwood

Manchester United Ternyata Punya Bomber Ganas yang Cetak Puluhan Gol Musim Ini
mirror.co.uk

Pemain kelahiran Bradford, 1 Oktober 2001 ini merupakan tipikal striker tradisional. Ia tak bisa ditempatkan sebagai striker yang bergerak bebas. Perannya hanyalah centre forward.

Gaya main seperti ini bisa jadi hal yang menguntungkan dan merugikan bagi karier Mason. Melihat perkembangan striker saat ini, memang cukup sulit untuk menemukan target man yang bergaya main klasik.

Mason justru mampu memainkan peran itu di tim muda Manchester United. Hal ini terbukti dari jumlah golnya, 15 gol dari 13 penampilan di Liga Inggris U-18.

Peran Mason sebagai target man tidak hanya menunggu bola umpan dari rekannya, ia memiliki kemampuan menahan bola, dan menjadi tembok, pemantul serangan untuk membuka ruang bagi rekannya di lapisan kedua.

Menariknya, Mason juga memiliki kemampuan sebagai seorang pocher. Sejumlah golnya di kancah Liga Inggris U-18 dan UEFA Youth League dicetaknya dalam sudut sempit. Sebagai pocher, Mason mampu memaksimalkan peluang kecil yang ia dapat untuk dikonversi menjadi gol.

Ole Gunnar Solskjaer pun cukup terkesan dengan capaian Mason pada musim ini. Di pekan terakhir Liga Inggris, Solskjaer mengatakan akan coba memainkan Mason di lini depan.

“Harapannya, kami bisa melihat Mason sebelum akhir musim, tidak sekarang, karena dia masih cedera, tapi harapannya di laga terakhir melawan Cardiff dia bisa menyelesaikan cederanya dan siap untuk tampil,” kata Solskjaer seperti dikutip football5star.com dari goal, Jumat (10/5/2019).

Comments
Loading...