Mantan Gelandang Barcelona Alami Mimpi Buruk di Rusia

Football5star.com, Indonesia – Malang benar nasib Malcom. Tidak terlalu berguna di Barcelona, dirinya dibuang ke daratan Rusia untuk bergabung dengan Zenit FC. Namun, meninggalkan Catalonia bukan berarti kesialannya berakhir.

Baru-baru ini, ia menjadi korban rasialisme dari suporter klubnya sendiri. Alasan utamanya adalah para fans tidak senang dengan kebijakan klub yang mendatangkan pemain kulit hitam sepertinya.

Dalam pertandingan melawan FC Krasnodar, sekelompok suporter membentangkan spanduk diskriminatif sambil menyanyikan lagu bernada diskriminatif pula. “Jagalah tradisi dengan tidak mendatangkan pemain kulit hitam,” demikian bunyi spanduk tersebut.

Malcom - Zenit - Football5star

Meski demikian, mereka menolak saat dibilang mempraktekkan diskriminasi terhadap ras tertentu.

“Kami bukan kelompok rasialis. Bagi kami, ketidakhadiran pemain kulit hitam di klub merupakan unsur penting dari sejarah panjang klub. Ini hanyalah sebuah penekanan terhadap identitas klub, tidak lebih,” menurut pernyataan yang dilansir The Sun.

Malcom bukan orang pertama yang mengalami peristiwa tidak menyenangkan di Rusia. Bahkan, pemain sepenting Hulk juga masih kerap jadi korban. Diskriminasi terhadap pemain kulit hitam sudah menjadi penyakit menahun di sana.

Sebelumnya ada penyerang asal Nigeria, Osaze Odemwingie yang dilepas Lokomotiv Moskow ke West Brom. Fans lokomotif membentangkan spanduk dengan pesan sarkastik. “Terima kasih, West Brom” ketika sang pemain dipastikan pergi meninggalkan klub.

Bahkan, pemain sekelas Roberto Carlos pun tak luput dari tindakan itu. Ia pernah dilempari pisang ketika sedang bertanding. Begitu pula halnya dengan Samuel Eto’o ketika bermain untuk Anzhi Makhachkala.

Comments
Loading...