Mantan Presiden Madrid Akui Barcelona Punya Filosofi Yang Lebih Kuat

Mantan presiden Real Madrid, Ramon Calderon, menyebut filosofi sepak bola Barcelona jauh lebih kuat dibanding El Real. Menurut dia, Madrid telah kehilangan identitas diri akibat terlalu sering berganti pelatih.

Selama rezim kepemimpinan Florentino Perez, Real Madrid telah 10 kali memecat pelatih. Mereka adalah Vicente del Bosque, Carlos Queiroz, Jose Antonio Camacho, Mariana Garcia Remon, Vanderlei Luxemburgo, Juan Ramon Lopez Caeo, Manuel Pellegrini, Jose Mourinho, dan Carlo Ancelotti.

Nama terakhir yang didepak oleh Madrid adalah Rafael Benitez. Mantan manajer Liverpool tersebut dipecat pada Selasa (5/1) lalu lantaran dinilai tidak mampu mengangkat performa Madrid. Posisinya kini digantikan oleh Zinedine Zidane.

Kebiasaan tersebut membuat Madrid tak memiliki ciri permainan yang khas, berbeda dengan Barcelona yang dinilai Calderon mampu konsisten mempertahankan gaya permainan sejak dibesut Johan Cruyff dari 1988 hingga 1996.

“Madrid mendatangkan pelatih tanpa kriteria tertentu, tanpa rencana apa pun. Saya harus mengakui jika Barcelona melakukan hal itu jauh lebih baik dari kami,” ucap Calderon, dilansir Goal.

“Sedangkan Barcelona, sejak era Cruyff mereka mampu membangun gaya permainan mereka dan smeua orang melihat itu. Semua menghormati hasilnya entah itu musim buruk atau tidak, tapi Barcelona memiliki rencana. Di Madrid hal itu tidak terjadi karena presiden mereka (Florentino Perez) seorang insinyur. Sepuluh pelatih berada di Madrid selama 10 tahun, itu sulit ditemukan di klub besar lainnya,” lanjutnya.

Musim lalu, Real Madrid gagal meraih satu pun gelar bergengsi. Sementara, itu Barcelona merengkuh treble winners. Blaugrana meraih gelar Divisi Primera, Piala Raja Spanyol, dan Liga Champions.

Comments
Loading...