Marco Van Basten Ungkap Sisi Buruk Arrigo Sacchi

Football5star.com, Indonesia – Marco van Basten adalah bagian dari tim terbaik AC Milan pada medio 1980-an. Di bawah kendali pelatih kharismatik, Arrigo Sachhi, ia sukses meraih kejayaan.

Untuk diketahui, legenda Belanda itu panen gelar ketika memperkuat AC Milan. Bayangkan saja, tiga gelar scudetto dan dua trofi Liga Champions berhasil ia menangkan. Dan tentu saja kesuksesan itu tak bisa dipisahkan dari tangan dingin Arrigo Sacchi.

Akan tetapi, terlepas dari itu semua Marco van Basten menganggap mantan pelatihnya itu tidak sesempurna yang dipikir banyak orang. Ia mengungkapkan bahwa Sacchi tak segan-segan mengeluarkan seorang pemain jika tidak berlatih sesuai keinginannya.

fourfourtwo

“Tidak pernah ada hubungan pribadi antara saya dengan Arrigo. Dia juga tidak pernah memberi saya kesan yang baik dalam hubungan antarmanusia,” kata Van Basten seperti dikutip Football5star dari Corriere dello Sport, Kamis (27/2/2020).

“Sama halnya dengan pemain lain. Ketika dia tidak senang dengan bagaimana kami berlatih, dia akan mengeluarkan kami ke tim primavera,” sambung pengoleksi 90 gol untuk I Rossoneri.

Terlepas dari hubungan buruknya dengan Arrigo Sacchi, jebolan akademi Ajax Amsterdam terpaksa mengakhiri karier gemilangnya secara antiklimaks. Bagaimana tidak, dia sudah pensiun di usia yang baru menginjak 31 tahun karena cedera yang tak kunjung pulih.

“Di Milan saya merasa seperti bagian keluarga. Kami hidup bersama-sama. Anda melihat saya dilahirkan, sebagai pemain, dan seorang lelaki. Sayangnya Anda juga harus menyaksikan akhir karier saya. Saya bertanya-tanya mengapa saya harus menderita seperti itu. Tapi saya tidak mendapat jawabannya,” tutup Marco van Basten.

AC MilanArrigo SacchiMarco Van Basten