Marijan Budimir, Pelatih Tim U-19 Hajduk Split, Pernah Jajal Liga Italia

Football5Star.com, Indonesia – Timnas U-19 Indonesia pada Selasa (20/10/2020) ini dijadwalkan menghadapi tim U-19 Hajduk Split. Laga ini akan jadi ujian berat mengingat tim asuhan Marijan Budimir sekarang berstatus pemimpin klasemen 1. HNL Juniori 2020-21 dengan nilai sempurna, 27 poin dari 9 pertandingan.

Kehebatan tim U-19 Hajduk Split tentu tak terlepas dari tangan dingin Budimir. Di tangannya, Stipe Biuk cs. jadi mesin yang menakutkan. Mereka jadi tim paling tajam sekaligus paling sulit dibobol lawan. Selisih gol mereka luar biasa, yakni 32-4 alias +28.

Soal ketajaman, Marin Ljubicic dkk. unggul 8 gol dari Lokomitiva Zagreb yang mengemas 24 gol dalam 9 laga. Adapun soal gol yang bersarang di gawang, mereka unggul 3 gol dari Rijeka yang kebobolan 7 gol hingga pekan ke-9 1. HNL Juniori.

Tim U-19 Hajduk Split asuhan Marijan Budimir juara NS Sredista Split Cup pada November 2019.
hajduk.hr

Bicara soal Budimir, ada satu fakta menarik. Semasa masih aktif bermain, dia ternyata pernah menjajal Liga Italia. Pada 2000, sang gelandang tengah yang saat itu berumur 19 tahun bergabung dengan Udinese yang ditangani Luigi De Canio.

Musim itu, Budimir bukan satu-satunya youngster yang diangkut Udinese. Ada pula Giampiero Pinzi (19 th) dari Lazio, Vincenzo Iaquinta (20 th) dari Castel Di Sangro, dan kiper Venezuela yang diangkut dari Nacional Tachira, Renny Vega (20 th).

Akan tetapi, Budimir tak moncer. Pada 2001, dia kembali ke Kroasia dengan menerima pinangan Trnje Zagreb. Sempat merantau lagi ke Lithuania pada awal 2007 dengan menerima tawaran Vetra Vilnus, dia hanya bertahan 1,5 musim. Setelah itu, dia terus berkutat di liga lokal hingga pensiun pada 2014.

Budimir Sejak Awal Tunjukkan Tangan Dingin

Begitu gantung sepatu, Marijan Budimir langsung merintis karier sebagai pelatih. Dia memulainya di tim junior RNK Split. Berbekal lisensi UEFA A dengan antara lain menimba ilmu di Celje, Sporting Gijon, dan Villarreal, tangan dinginnya langsung terlihat. Pada 2014-15, tim pioniri RNK finis di posisi ke-2 kompetisi nasional dan juara di beberapa turnamen.

Salah satu turnamen bergengsi yang dijuarai Budimir bersama RNK Split adalah Darko Matesa yang digelar di Zagreb. Turnamen ini bergengsi karena juaranya disebut-sebut sebagai juara tak resmi kompetisi junior Kroasia.

Marijan Budimir sudah menunjukkan tangan dinginnya sejak di RNK Split.
hajduk.hr

Musim berikutnya, kemilau Budimir makin nyata. Dia membawa tim junior RNK Split juara regional. Mereka bahkan unggul 18 poin dari Hajduk Split pada klasemen akhir. Di samping itu, timnya juga lolos ke final turnamen di Vukovar. Namun, mereka kalah dari Dinamo Zagreb.

Jejak apik itu membawa pelatih kelahiran 19 Oktober 1980 tersebut ke Hajduk Split pada 2016. Awal 2017, Budimir dipercaya menjadi asisten Marko Loza di tim Hajduk II. Dia tetap berada di posisi itu saat Loza digantikan Sinisa Orescanin. Begitu pula saat Mario Despotovic datang pada awal 2019.

Kepercayaan besar akhirnya datang pada Juli 2019. Oleh manajemen Hajduk Split, Marijan Budimir didapuk sebagai pelatih baru tim U-19 yang berkiprah di kompetisi 1. HNL Juniori. Dia mengisi pos Igor Tolic yang menerima posisi pelatih tim Rijeka II.

Masih Tak Terkalahkan di Tim U-19

Di tangan Marijan Budimir, tim U-19 Hajduk Split benar-benar bak monster. Menjalani musim yang akhirnya terhenti karena pandemi COVID-19, Hajduk sempat menjadi juara paruh musim. Kepastian itu diraih saat mereka menang 1-0 atas sang pemimpin klasemen, Dinamo Zagreb, pada medio Desember 2019

Sebelumnya, pada pengujung November 2019, Budimir membawa timnya meraih trofi juara NS Sredista Split Cup. Pada laga final, Hajduk Split menang 1-0 atas NK Dugopolje berkat gol tunggal Josip Mijatovic.

Satu bukti tak terbantahkan soal tangan dingin Budimir adalah rekor apik tim U-19 Hajduk Split. Sejak diatangani eks pemain Udinese itu, Stipe Biuk dkk. belum tersentuh kekalahan pada pentas 1. HNL Juniori. Dalam 24 laga, Hajduk meraup 21 kemenangan dan 3 kali imbang.

Catatan itu diperelok dengan torehan 78 gol atau 3,25 gol per laga. Pertahanan Hajduk juga hebat di bawah polesan Marijan Budimir. Mereka hanya kebobolan 13 gol atau 0,54 gol per laga. Lalu, 14 laga pun diwarnai dengan clean sheet. Semua catatan apik itu tentu jadi tantangan bagi timnas U-19 Indonesia asuhan Shin Tae-yong pada Selasa ini.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More