Mario Kempes Ungkap Masalah Timnas Argentina bersama Lionel Messi

Football5Star.com, Indonesia – Hampir genap 15 tahun lamanya Lionel Messi memperkuat timnas Argentina. Namun, tak satu pun trofi berhasil dipersembahkan sang megabintang. Menurut striker legendaris Mario Kempes, itu tak terlepas dari sebuah masalah mendasar.

Keberadaan seorang megabintang di sebuah tim memang jadi katalisator. Namun, di sisi lain, hal tersebut juga menimbulkan efek negatif. Ketergantungan terhadap sang megabintang dan keminderan para pemain lain adalah salah satunya. Hal itulah yang dinilai Kempes sebagai masalah Messi di timnas Argentina saat ini.

“Ada satu masalah besar keberadaan Messi di timnas. Semua pemain takut untuk tak memberikan bola kepada dia,” urai Mario Kempes seperti dikutip Football5Star.com dari Canal RCN mengenai efek psikologis kehadiran La Pulga terhadap para pemain lain.

Para pemain timnas Argentina dinilai Mario Kempes terbebani oleh keberadaan Lionel Messi.
fifa.com

Pria yang pernah menjajal atmosfer sepak bola Indonesia bersama Pelita Jaya itu menambahkan, “Ketika dia tak ada, seharusnya para pemain lain muncul. Di situlah kebesaran seorang pemain terlihat. Bersama dia, semuanya jadi lebih mudah. Namun, itu bukan berarti mereka harus selalu memberikan bola kepada dia setiap saat.”

Di samping itu, Mario Kempes juga menyoroti dinamika di kepelatihan timnas Argentina. Dia menilai hal tersebut juga berperan dalam kegagalan La Albiceleste bersama Lionel Messi. Menurut dia, Asosiasi Sepak Bola Argentina saat ini sufah berjalan di jalur yang tepat dengan tetap memberikan kepercayaan kepada Lionel Scaloni.

“Di timnas Argentina, Anda tak dapat melakukan perubahan seperti pada 40 atau 50 tahun lalu. Setiap dua pertandingan dan kalah, datang pelatih baru. Saat ini, situasi dan kondisinya berbeda. Sekarang, Anda harus bisa lebih bersabar lagi,” ujar Kempes.

Terkait gonta-gonti pelatih, kritik Kempes senada dengan pengakuan Javier Mascherano. Menurut eks pemain Barcelona dan Liverpool itu, sebetulnya timnas Argentina sudah berada di jalur yang benar saat ditangani Gerardo Martino. Namun, pemecatan setelah Copa America Centernario 2016 merusak segalanya.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More