Marta Ungkap Arti Penting Rekor Golnya di Piala Dunia

Football5Star.com, Indonesia – Marta Vieira da Silva menorehkan catatan emas pada kancah Piala Dunia Wanita 2019. Rabu (19/6/2019) dini hari WIB, bintang timnas wanita Brasil itu menahbiskan diri sebagai pencetak gol terbanyak pada kancah Piala Dunia dengan torehan 17 gol.

Kepastian itu dibuat ketika Marta sukses mengeksekusi penalti yang menjadi satu-satunya gol pada laga timnya melawan timnas wanita Italia. Gol ke-17 itu membuat dia melewati Miroslav Klose yang mengemas 16 gol pada ajang Piala Dunia.

Marta mengaku sangat senang atas rekor itu. Dia menilai hal tersebut sebagai bukti kesetaraan pria dan wanita pada kancah sepak bola yang masih kerap dianggap maskulin tersebut.

Marta menahbiskan diri sebagai pemain tersubur pada ajang Piala Dunia saat timnas wanita Brasil mengalahkan Italia.
vg.no

“Memecahkan rekor adalah sesuatu yang terjadi secara alami ketika Anda melakukan sesuatu dengan cinta. Aku telah menantikan momen ini. Aku benar-benar bahagia,” kata Marta selepas pertandingan seperti dikutip Football5Star.com dari Globo Esporte.

Pemain berumur 33 tahun itu menambahkan, “Aku katakan, kami meruntuhkan banyak rintangan. Rekor ini mewakili banyak pemain. Bukan hanya Marta, melainkan para wanita di olahraga yang kerap dipandang maskulin. Ini bagi mereka semua.”

Bagi pemain Orlando Pride itu, rekor gol terbanyak pada ajang Piala Dunia adalah bukti para pemain sepak bola wanita tak bisa dipandang sebelah mata. Dalam perjuangan menuntut kesetaraan perlakuan di sepak bola, rekor itu pun memiliki makna sangat penting.

“Rekor ini milik kami bersama, milik semua wanita yang secara terus-menerus memperjuangkan peningkatan di semua sektor. Saya berbagi dengan semua orang yang terus berjuang dan masih harus membuktikan diri mampu melakukan aktivitas apa pun,” kata dia lagi.

Berkat gol semata wayang Marta ke gawang Italia, timnas wanita Brasil dipastikan lolos ke babak 16-besar Piala Dunia wanita 2019. Pada babak itu, mereka akan berhadapan dengan tuan rumah, Prancis, atau juara dua kali, Jerman.

Comments
Loading...