Martino: Saya Gagal Total di Barcelona

Gerardo Martino mengakui dirinya gagal total saat menjadi pelatih Barcelona. Oleh karenanya, dia pun hanya bertahan semusim di klub Catalan tersebut.

Martino jadi pilihan mengejutkan untuk Barca ketika dia ditunjuk menjadi pengganti Tito Vilanova yang mundur karena alasan kesehatan. Berstatus sebagai juara bertahan, Barca menjalani musim 2013-14 dengan tidak mulus.

Pada prosesnya, Barca akhirnya gagal meraih satu pun gelar dan Martino harus menuntaskan kontraknya lebih cepat dari yang seharusnya berjalan selama dua tahun.

Hanya Piala Super Spanyol yang bisa diberikan oleh Martino selama dia melatih Barca usai mengalahkan Atletico Madrid dengan agregat 1-0. Di Divisi Primera pun, Barca harus kehilangan gelar di pekan terakhir usai diimbangi Atletico di Camp Nou.

Tak cuma itu, Barca juga kembali dijegal langkahnya oleh Atletico di perempatfinal Liga Champions. Maka dari itu, Martino secara jantan mengakui bahwa era kepelatihannya gagal total. Apalagi di pertengahan musim Barca mendapat kabar duka dengan kepergian Vilanova yang meninggal akibat kanker kelenjar tiroid.

“Musim saya di Barca adalah sebuah kegagalan sepenuhnya. Umumnya kegagalan berarti tidak menang. Pandangan saya akan hal itu berbeda,” tutur seperti dikutip Marca.

“Kalau Barca memainkan gaya mereka sendiri tapi tidak memenangi gelar juara, maka hal itu bukanlah kegagalan. Tapi kami tidak menang dan kami juga tidak bermain bagus,” sambungnya.

“Kami sangat menderita dari sejumlah perkara di luar olahraga yang semuanya datang di waktu yang sama,” tutup pelatih berpaspor Argentina itu.

Comments
Loading...