Allegri Dipecat, Ini 5 Kandidat Pelatih Anyar Juventus

Football5star, Indonesia – Massimiliano Allegri resmi hengkang dari Juventus pada akhir musim 2018-19. Kepastian itu pun memunculkan pertanyaan mengenai siapa yang akan menjadi pelatih klub berjulukan La Vecchia Signora?

Massimiliano Allegri merupakan pelatih yang sudah memberikan lima gelar Liga Italia dan empat trofi Coppa Italia untuk Juventus. Namun, ketidaksanggupannya meningkatkan prestasi membuat La Vecchia Signora memutuskan untuk mendepaknya.

Ya, Allegri tidak mampu membuat Cristiano Ronaldo dkk berjaya di pentas Liga Champions. Musim ini saja mereka hanya bisa melangkah hingga babak perempat final.

Alhasil, Jumat (17/5/2019), Juventus mengonfirmasi bahwa telah sepakat mengganti posisi Allegri dengan pelatih lain. “Massimiliano Allegri tak akan ada lagi di kursi pelatih Juventus pada musim 2019-2020,” bunyi pernyataan resmi klub, dikutip Football5star.com dari Juventus.com.

Kosongnya kursi pelatih Juventus tentu memunculkan tanda tanya, siapa sosok suksesornya di Allianz Stadium? Berikut 5 kandidat pengganti Allegri:

1. Antonio Conte

Antonio Conte sesumbar Chelsea akan bangkit saat hadapi Man. United.
Independent.co.uk

Antonio Conte merupakan pelatih yang paling diunggulkan menjadi pengganti Allegri. Ia memiliki pengalaman sukses di La Vecchia Signora pada periode 2011-2014.

Ya, semasa melatih di Allianz Stadium, Conte mampu menyumbangkan tiga gelar Serie A pada 2011–12, 2012–13, 2013–14.

Faktor pendukung lain yang menguatkan Conte sebagai kandidat utama adalah, saat ini ia tidak terikat dengan klub mana pun. Ya, pelatih asal Italia berusia 49 tahun ini sekarang masih menganggur seusai dipecat Chelsea pada musim panas 2018.

2. Didier Deschamps

Didier Deschamps kecewa tak ada satupun anak asuhnya yang masuk nominasi The Best FIFA Men’s Player - Football5star - Ghanasocccernet
Ghanasocccernet.com

Didier Deschamps juga menjadi pelatih yang difavoritkan menjadi pengganti Allegri. Betapa tidak, ia juga memiliki kedekatan dan berjasa dalam mengembalikan kejayaan Juventus.

Pria berusia 50 tahun itu membawa tim dengan nama lain Si Nyonya Tua kembali ke Serie A setelah skandal Calciopoli. Akan tetapi, ia mengundurkan diri setelah berselisih dengan manajemen saat itu.

Namun, baru-baru ini media Italia mengklaim bahwa Deschamps masih memiliki ambisi untuk menyelesaikan perkerjaan yang dimulainya pada 2006-07.

Terlebih, kini Deschamps merupakan pelatih berlabel elite. Terutama, setelah berhasil mengantarkan timnas Prancis menjadi runner-up Piala Eropa 2016 dan Juara Piala Dunia 2018.

Ketika menjadi pemain, Deschamps juga pernah menuai sukses besar di Juventus. Kala itu, ia sanggup memenangi tiga gelar Liga Italia, satu Liga Champions dan Coppa Italia.

3. Mauricio Pochettino

Mauricio Pochettino Ingin Christian Eriksen Bertahan - Football5star - The Independent
Independent.co.uk

Mauricio Pochettino adalah pelatih yang berhasil menyulap Tottenham Hotspur menjadi salah satu tim paling diperhitungkan. Terutama dalam persaingan papan atas Liga Inggris dan Liga Champions.

Berkat sentuhan tangan dinginnya, Tottenham bisa bersaing dalam perebutan gelar Premier League beberapa musim terakhir. Terbaru, Pochettino mampu mengantarkan tim berjulukan Spurs lolos ke final Liga Champions musim ini.

Kehebatan itu membuatnya mulai dilirik tim-tim elite Eropa semisal Real Madrid. Garansi membuat tim menjadi lebih kompetitif bukan tak mungkin menggoda Juventus untuk mempertimbangkan merekrutnya.

4. Juergen Klopp

Juergen Klopp menegaskan Liverpool tak mungkin meniru gaya main Manchester City.
Standard.co.uk

Tipikal bermain menyerang dan pantang menyerah begitu lekat dengan sosok Juergen Klopp. Kemampuannya mendongkrak motivasi membuat pemain nyaman menjadi kelebihan utamanya.

Di tangan Klopp, Borussia Dortmund berhasil mematahkan dominasi Bayern Munich di Bundesliga. Ya, di tangan Klopp, Dortmund berhasil menjadi kampiun di Liga Jerman pada musim 2010-11 dan 2011-12. Juga menjadi finalis Liga Champions 2012-13.

Kini, Klopp bisa membuat Liverpool begitu perkasa di Liga Inggris dan Liga Champions. Musim ini misalnya, tim berjulukan The Reds membuat Manchester City baru bisa mengunci gelar Premier League pada pekan terakhir.

Selain itu, berkat Klopp pula Liverpool mampu mencapai final Liga Champions dalam dua musim terakhir. Salah satu bukti kehebatannya adalah saat menyingkirkan Barcelona di semifinal. Padahal, The Reds lebih dulu kalah 0-3 di leg pertama. Namun, Liverpool mampu membalikkan keadaan dengan menang 4-0 di leg kedua.

Kini, Liverpool pun masih berpeluang besar memenangi gelar Liga Champions musim ini. Syaratnya, dengan mengalahkan Tottenham Hotspur pada laga final.

5. Maurizio Sarri

Maurizio Sarri - Chelsea - Frank Leboeuf - @ChelseaFC
Twitter/@ChelseaFC

Maurizio Sarri merupakan pelatih yang belakangan memang sempat dikait-kaitkan dengan Juventus. Bahkan, media Italia mengklaim bahwa pihak Si Nyonya Tua telah mengontak agen Sarri terkait potensi memboyongnya ke Turin.

Saat ini, Sarri masih berstatus pelatih Chelsea. Akan tetapi, naik turun performa Eden Hazard musim ini memunculkan rumor klub milik Roman Abramovich berpotensi memecatnya akhir musim ini.

Musim pertama Sarri di Chelsea sebenarnya tak bisa dikatakan gagal. Ia berhasil membawa Chelsea finis di pos empat besar klasemen dan lolos ke final Liga Europa.

Namun, nasibnya kemungkinan besar akan ditentukan dari hasil final Liga Europa melawan Arsenal.

Salah satu alasan yang menguatkan Sarri bisa menjadi suksesor Allegri adalah kiprahnya di Liga Italia. Ya, ketika masih menjadi pelatih Napoli, Sarri selalu bisa merepotkan Juventus dalam persaingan gelar Serie A pada periode 2015-18.

Comments
Loading...