Matias Malvino Kaget Namanya Ramai Diberitakan Bakal Dicoret Arema FC

Football5Star.com, Indonesia – Pemain asal Uruguay, Matias Malvino, kaget mendengar namanya ramai diberitakan akan dicoret Arema FC. Dia kini menyerahkan soal renegosiasi kontrak dengan Arema kepada agennya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pemain berposisi bek itu sempat tak menjawab saat dihubungi Arema FC untuk melakukan negosiasi ulang. Karena memang dengan Liga 1 2020 yang dilanjutkan September atau Oktober nanti, akan ada penyesuaian kontrak.

Arema FC sempat ancang-ancang mencari pengganti andai Matias Malvino tak jua menjawab. Sang pemain lantas langsung menghubungi manajemen Arema setelah namanya ramai di media-media Indonesia.

“Matias menghubungi saya, dia tanya kok ramai di media. Saya bilang yang meramaikan ya medianya itu. Dia lalu bilang, kalau soal renegosiasi kontrak ke agennya,” ungkap General Manager Arema FC, Ruddy Widodo, dikutip dari Wearemania.

instagram.com/matimalvino

Pemain berusia 28 tahun itu disebut Ruddy memang sempat menghubungi manajemen. Pihak Arema FC jua sudah menjelaskan saat Matias Malvino menanyakan kelanjutan Liga 1 2020.

“Yang kami lakukan sebelumnya itu bukan negosiasi, dia cuma tanya soal sepak bola Indonesia seperti apa, kapan mulai lagi, soal gaji, dan banyak lagi. Ya saya jelaskan apa adanya, tapi setelah itu dia tidak merespons,” ujar Ruddy.

“Belum ada respons darinya artinya belum tentu dia menolak, bisa saja berpikir, bisa juga dia sibuk. Nyatanya Indonesia dan Uruguay juga beda waktu 12 jam lebih,” tambah dia.

Sejauh ini memang belum ada renegosiasi resmi, cuma Arema FC sudah berbicara informal dengan agen, baik pelatih atau pemain. “Untuk pemain lokal juga baru satu yang saya ajak bicara, itupun juga informal. Saya pikir mayoritas bisa menerima situasi ini, yang jelas suara mereka yang saya ajak bicara itu tidak mewakili pendapat seluruh tim,” tutup Ruddy Widodo.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More