Mazzarri: Torino Seharusnya Dapatkan Dua Penalti

Football5star.com, Indonesia – Kekalahan 0-1 dari Juventus dalam Derby della Mole, Minggu (16/12/2018) dini hari WIB, terasa menyesakkan bagi allenatore Torino, Walter Mazzarri. Dia menilai wasit Marco Guida tidak adil. Seharusnya, kata dia, Torino mendapatkan dua penalti andai Guida meminta bantuan Video Assistant Referee (VAR).

“Insiden yang tak menguntunhkan terbukti sangat menentukan. Mungkin kami seharusnya mendapat satu atau bahkan dua penalti. Pada pertandingan-pertandingan lain, VAR digunakan untuk melihat kembali situasi seperti itu (yang harusnya berbuah penalti bagi Torino),” ujar Mazzarri seperti dikutip Football5Star.com dari Football Italia.

Insiden yang dikeluhkan Mazzarri adalah pelanggaran terhadap Simone Zaza dan Andrea Belotti di kotak penalti Juventus. Secara khusus, dia paling kesal oleh pelanggaran terhadap Belotti.

Pelanggaran terhadap Belotti menurut Mazzarri harusnya membuat Torino mendapatkan penalti saat lawan Juventus.
tuttosport.com

“Belotti melompat untuk menyundul bola yang memang spesialisasinya. Dia punya kans bagus untuk mencetak gol andai mampu menyundul bola dengan bersih. Lalu, dia didorong di udara. Dalam pandangan saya, itu seharusnya penalti,” keluh pelatih berumur 57 tahun tersebut.

Di samping dua insiden yang tak dilihat ulang lewat VAR, Mazzarri menilai ada ketidakberuntungan lain yang dialami Torino dalam Derby della Mole tersebut. Itu adalah cedera yang menimpa kiper utama, Salvatore Sirigu. mantan kiper Paris Saint-Germain itu harus digantikan Salvador Ichazo pada menit ke-16.

“Sejumlah insiden sangat jelas menjadi pembeda. Kami kehilangan Salvatore Sirigu karena cedera pada menit-menit awal,” ungkap dia. “Memang, Ichazo juga tampil bagus.”

Dalam pandangan Mazzarri, Torino sebetulnya sanggup mengimbangi permainan Juventus pada Derby della Mole di Stadion Olimpico Grande Torino tersebut. Hal itu pula yang membuat dia menilai kekalahan 0-1 lewat gol penalti Cristiano Ronaldo tersebut terasa sangat tak adil bagi anak-anak asuhnya.

Comments
Loading...