Media Argentina Kenang Masa-Masa Mario Kempes Main di Indonesia

Football5Star.com, Indonesia – Salah satu media Argentina mengenang masa-masa Mario Kempes saat jadi pemain, termasuk kala di Indonesia. Mereka menggambarkan sosok sang legenda dalam kariernya sebagai pesepak bola.

Mario Kempes memang menjadi salah satu pemain hebat yang dilahirkan Argentina, selain Diego Maradona dan Lionel Messi. Di tingkat internasional, Kempes adalah tulang punggung negaranya saat memenangi Piala Dunia 1978. Hal itu setelah dia mencetak dua gol di final, dan menerima Sepatu Emas sebagai pencetak gol terbanyak.

Dia juga memenangkan Golden Ball untuk turnamen itu. Prestasi tersebut menjadikannya satu dari tiga pemain yang memenangkan ketiga penghargaan di satu Piala Dunia, bersama dengan Garrincha pada 1962, dan Paolo Rossi pada 1982.

Media Argentina Kenang Masa-Masa Mario Kempes Main di Indonesia

Mario Kempes jua pernah memenangkan Pesepakbola terbaik Amerika Selatan, pesepakbola Terbaik Eropa Onze d’Or, dan Piala Emas Piala Dunia 1978. Pada 2004, dia dinobatkan sebagai salah satu dari 125 pemain sepak bola terhebat dunia sebagai bagian dari perayaan ulang tahun ke-100 FIFA.

Salah satu media Argentina, Futebolnaveia, menggambarkan kehebatan Kempes, termasuk saat membela Pelita Jaya. Tapi sayang, mereka menyebut kalau Mario Kempes menjalani musim akhir kariernya dengan kurang baik.

“Setelah dari Valencia, dia pergi ke Hercules dan setelahnya menghabiskan enam musim di Austria. Dia kemudian ke Indonesia untuk bermain di Pelita Jaya. Di klub Indonesia itu, Mario Kempes menjadi pemain sekaligus pelatih,” tulis Futebolnaveia.

Memang, Kempes sempat menjadi pemain Pelita Jaya musim 1993-1994. Dia tercatat menjalani 18 pertandingan dan mengemas 12 gol. Semusim berselang dia diangkat menjadi nahkoda Pelita Jaya tapi kurang berhasil.

“Tanpa pekerjaan besar, dia akhirnya terhenti di klub Bolivia, Independiente Petrolero. Setelah meninggalkan dunia bola. Kempes menjadi komentator. Pada 2014, dia jua diundang untuk meliput Piala Dunia di Brasil,” tutup media itu.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More