Media Asing Beri Catatan Bergabungnya Artur Gevorkyan ke Persib

Football5star.com, Indonesia – Persib Bandung resmi merekrut striker asal Turkmenistan, Artur Gevorkyan, Kamis (18/4/2019). Ia direktut dari klub Liga Uzbekistan, Qizilqum Zarafshon.

Persib beruntung bisa mendapatkan striker kelahiran 22 November 1984 tersebut. Pasalnya ia memiliki jam terbang dan torehan gol cukup baik selama bermain di Liga Uzbekistan.

Media lokal Turkmenistan bahkan sampai mengangkat perpindahan Gevorkyan ke Persib Bandung ini. Dalam salah satu artikel yang di-publish turkmenportal.com, Maung Bandung diprediksi bakal mendapat banyak keuntungan karena rekrut Gevorkyan.

“Persib Bandung bakal senang bisa mendapatkan Gevorkyan. Ia striker berpengalaman dan haus gol,” tulis portal Turkmenistan.

Menilik catatan dari portal Turkmenistan, Gevorkyan mengawali kariernya di akademi sepak bola Nisa yang berlokasi di Ashgabat, ibu kota Turkmenistan. Saat itu ia dilatih oleh tokoh sepak bola Turkmenistan, Boris Grigoryantas.

Di tahun 2004/2005, ia mulai debut profesional dengan bergabung ke klub Sagadam FK. Tak sampai setahun di sana, Gevorkyan ditarik klub Kazakhstan, Esil-Bogatyr.

championat.asia

Lumbung gol Gevorkyan baru mulai terisi saat ia menapaki karier di Shurtan Guzar, 24 gol ia torehkan untuk klub Uzbekistan tersebut.

Namanya memang melambung di Uzbekistan karena sejumlah prestasi klub dan individu. Ia dianggap sebagai sedikit pesepak bola Turkmenistan yang berhasil di Liga Uzbekistan.

“Artur Gevorkyan harus diakui sebagai salah satu pemain di Liga Uzbekistan yang paling berharga. Dua kali ia menjadi pemain asing terbaik di sana,” tulis turkmenportal.com.

Diusir saat lawan timnas Indonesia

Meski Persib jadi klub pertama Gevorkyan di Indonesia, tapi pemain bertinggi 1,75 m ini pernah gaya permainan pemain Indonesia.

Bersama rekannya di timnas Turkmenistan, Gevorkyan pada 23 Juli 2011 menghadapi timnas Indonesia di leg kedua babak kualifikasi Piala Dunia 2014.

Bermain di hadapan publik sendiri, Stadion Asgabat, Gevorkyan malah bermain ceroboh. Ia mendapat kartu merah dari wasit asal Iran, Mohsen Torki pada menit ke-76.

Skor imbang 1-1 jadi hasil laga kedua tim. Saat itu timnas Indonesia dibesut pelatih asal Belanda, Wihelmus Rijsbergen.

Comments
Loading...