Melalui Wawancara, Oezil Sindir Sepak Bola Indonesia

Football5star.com, Indonesia – Bintang sepak bola asal Jerman, Mesut Oezil membeberkan apa saja yang telah ia lalui selama kariernya, termasuk saat menjadi juara dunia 2014 lalu. Penjelasan Oezil itu pun bisa diartikan sebagai nasihat bagi negara-negara yang bermimpi menjadi juara dunia, termasuk Indonesia.

Pemain kelahiran Gelsenkirchen tersebut mengungkapkan, untuk mencapai suatu prestasi, dibutuhkan kesabaran dan kerja keras. Karena ia menganggap, kerja keras tidak akan mengkhianati hasil.

“Sejujurnya, aku selalu menjadi orang yang sabar. Aku tidak perlu mengambil jalan pintas untuk mencapai sebuah kesuksesan. Percaya pada diri sendiri dan yakini satu hal: jika Anda tidak ingin bekerja keras, Anda tidak akan mendapatkan apa yang diinginkan,” terang Oezil.

Oezil menganggap, kerja keras dan kesabaran itulah yang menjadi rahasia tim nasional Jerman bisa memenangi Piala Dunia 2014 di Brasil. Bahkan di semifinal, mereka mempermalukan tuan rumah dengan skor 7-1.

“Kerja keras dan percaya pada diri sendiri menjadi senjata ampuh kami di Brasil. Selain itu, kami juga memiliki kedalaman skuat yang baik. Jadi, di saat seorang pemain diistirahatkan, pemain lain selanjutnya yang mendapat tanggung jawab, bisa melaksanakannya dengan baik,” sambung Oezil.

“Memiliki kemampuan saja tidaklah cukup. Keseimbangan di dalam tim juga diperlukan. Kami harap bisa pulang dari Rusia dengan gelar lainnya,” imbuh pemain keturunan Turki tersebut.

Pernyataan Oezil patut dijadikan pembelajaran untuk sepak bola Indonesia. PSSI, sebagai penanggung jawab utama, harus bersabar dan memperhatikan proses. Jerman butuh waktu beberapa tahun untuk mencapai prestasi tertinggi. Mereka membangun fondasi tim sejak Piala Dunia 2006 di rumah sendiri.

Kala itu, tim asuhan Juergen Klinsmann hanya mencapai babak semifinal sebelum dikalahkan Italia. Selepasnya, Joachim Loew, assiten Klinsmann, mengambil tongkat estafet kepelatihan. Loew tak lantas membongkar fondasi yang sudah dibangun. Dia meneruskan proyek jangka panjang hingga meraih gelar juara dunia pada 2014.

Indonesia, tak salah untuk meniru Jerman. Butuh waktu tidak sebentar untuk membangun fondasi tim yang tangguh sejak usia muda. Mungkin waktu yang diperlukan Indonesia tidak sesingkat Jerman. Namun, misi ke Piala Dunia tentu bukan hal yang mustahil diwujudkan. Jadi, tak salah untuk mengikuti nasihat dari Oezil demi masa depan sepak bola Indonesia yang cerah.

JermanMesut OezilSepak Bola Indonesia