Feature: Mengenal Aturan 50+1 Milik Bundesliga

Football5star.com, Indonesia – Semenjak kehadiran Roman Abramovich di Chelsea pada tahun 2003 lalu, uang seakan menjadi bagian penting di dunia sepak bola. Kehadiran Abramovich menandai lahirnya era baru di dunia sepak bola dimana para pengusaha sukses mulai menginvestasikan banyak uang ke dunia sepak bola.

Sebut saja Paris Saint-Germain dan Manchester City. Gelontoran uang dari pengusaha asal timur tengah di kedua klub tersebut membuat mereka menjadi klub yang bisa mendominasi di liganya masing-masing.

Namun, hal berbeda tak nampak di kasta tertinggi sepak bola Jerman, Bundesliga. Di Bundesliga, hampir tak ada investor yang berhasil menggelontorkan dana besar di sebuah klub karena adanya aturan 50+1.

ATURAN 50+1 DAN IMPLIKASINYA UNTUK SEPAK BOLA JERMAN

Peraturan tersebut memang dibuat untuk mencegah hal-hal seperti itu terjadi. Secara singkat, aturan 50+1 mengatakan bahwa pihak suporter dan klub harus memiliki saham mayoritas jika dibandingkan dengan investor swasta. Hal tersebut berhasil membuat para suporter di Bundesliga memiliki suara untuk menentukan kebijakan klub.

Salah satu kebijakan para klub di Bundesliga yang cukup menarik adalah mengenai harga tiket untuk setiap pertandingan. Harga tiket pertandingan di Bundesliga jauh lebih murah jika dibandingkan dengan Premier League dan Serie A.

Bundesliga - Borussia Dortmund - Aturan 50+1 - Stadium Guide
Stadium Guide

Di Premier League, para suporter harus mengeluarkan dana sekitar 28 Poundsterling atau sekitar Rp 550.000 untuk membeli satu tiket pertandingan. Para suporter di Serie A pun juga harus merogoh kocek cukup dalam apabila ingin membeli tiket pertandingan tim kesayangannya. Para suporter di Serie A setidaknya harus menyiapkan uang sebesar 35 Euro atau sekitar Rp 580.000 untuk membeli satu tiket pertandingan.

Hal demikian tak ditemui di Bundesliga. Para suporter Borussia Dortmund bisa membeli tiket pertandingan kandang di Bundesliga hanya dengan mengeluarkan dana sebesar 18 Euro atau sekitar Rp 300.000.

Murahnya tiket pertandingan Bundesliga tentunya membuat stadion-stadion milik klub-klun Jerman selalu terisi penuh di setiap pertandingannya. Di musim 2016-17, ada sekitar 12.7 juta penonton yang hadir di dalam stadion-stadion klub Jerman.

“Para suporter di Jerman secara historis memalang memiliki kedekatan tersentiri dengan klub yang mereka dukung. Di Jerman, kami tak menganggp suporter sebagai konsumen. Apabila kami sudah menganggap suporter sebagai konsumen, maka sepak bola Jerman memiliki masalah yang cukup besar,” ujar CEO Dortmund, Hanz-Joachim Watzke.

“Saya rasa, hampir tak ada klub yang bisa mendapatkan sosok seperti Roman Abramovich yang ingin membawa Chelsea meraih kesuksesan. Banyak investor yang memberikan uang kepada sebuah klub sepak bola untuk meraih keuntungan besar. Darimana keuntungan tersebut mereka dapatkan? Tentu saja dari para suporter,” imbuh Watzke.

KELONGGARAN ATURAN 50+1 UNTUK BEBERAPA KLUB BUNDESLIGA

Aturan 50+1 ini berlaku untuk seluruh klub yang berlaga di Bundesliga. Namun, ada beberapa klub yang mendapatkan kelonggaran. Diantaranya adalah Bayer Leverkusen dan VfL Wolfsburg. Kelonggaran tersebut bisa diberikan apabila ada satu orang investor atau sebuah perusahaan yang telah lebih dari 20 tahun memberikan modalnya kepada suatu klub.

Bundesliga - Borussia Dortmund - Aturan 50+1 - Fox Sport
Fox Sport

Die Werkself didirikan pada tahun 1904 oleh karyawan perusahaan farmasi Jerman, Bayer, yang berbasis di Leverkusen. Sementara itu, VfL Wolfsburg didirikan pada tahun 1945, oleh para pekerja Volkswagen. Die Wolfe didirikan tujuh tahun setelah kota Wolfsburg lahir untuk menampung para pekerja Volkswagen.

Selain kedua klub tersebut, Hoffenheim juga mendapatkan kelonggaran. Hal tersebut diberikan karena Dietmar Hopp telah lebih dari 20 tahun memberikan dana untuk Die Kraichgauer.

PANDANGAN UEFA MENGENAI ATURAN 50+1

Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) ternyata sangat menyukai aturan unik milik Bundesliga ini. Pada tahun 2013 lalu, mantan Presiden UEFA melemparkan pujian tinggi kepada Bundesliga mengenai aturan 50+1.

“Banyak liga-liga di Eropa yang membosankan dan para klub yang ada di ambang kebangkrutan serta kesulitan untuk mengisi stadionnya. Namun, hal tersebut tak terjadi di Bundesliga,” ungkap Platini.

“Sepak bola Jerman memiliki keuangan yang sangat sehat serta dihuni oleh klub-klub yang sangat kompetitif di setiap musimnya. Ditambah lagi dengan Timnas yang mampu berprestasi di ajang Internasional. Semua itu berkat adanya aturan 50+1 yang menjadi pembeda Bundesliga dibanding liga-liga lainnya di Eropa,” imbuhnya menambahkan.

Aturan ini memungkinkan adanya campuran investasi eksternal yang ideal sambil memastikan bahwa para anggota (para penggemar) tetap berada di jantung sepak bola Jerman. Mereka adalah orang-orang selalu hadir di dalam stadion-stadion dan berhasil menciptakan atmosfer yang luar biasa.

Comments
Loading...