Mengenal Damien Hertog, Pelatih Arab Saudi Penyuka Heavy Rotation

Football5Star.com, Indonesia – Timnas U-19 Indonesia akan menjalani laga terakhir pada turnamen mini di Kroasia, Jumat (11/9/2020). Tim asuhan Shin Tae-yong akan menghadapi timnas U-19 Arab Saudi yang dilatih Damien Hertog.

Sosok Damien Hertog memang tak sepopuler Shin Tae-yong atau pelatih timnas u-19 Kroasia, Josip Simunic. Meskipun demikian, dia ternyata punya prestasi lumayan apik saat menangani tim U-19. Dia pernah menjadi juara di Belanda bersama tim U-19 Feyenoord pada musim 2012-13.

Pada musim itu, tim U-19 Feyenoord asuhan Hertog tampil digdaya. Memuncaki klasemen sejak pekan ke-6, mereka jadi juara dengan keunggulan 2 poin atas tim U-19 PSV Eindhoven. Beberapa pemain yang diasuh Hertog kala itu adalah Terence Kongolo, Vincent Janssen, Rick Karsdorp, dan Jean-Paul Boetius.

Damien Hertog pernah menangani tim U-19 Feyenoord.
bndestem.nl

Damien Hertog memulai kiprahnya sebagai pelatih pada 1 Juli 2010 dengan menangani Excelsior Maassluis. Setahun kemudian, dia bergabung dengan Feyenoord. Sempat menjadi direktur akademi dari 2013 hingga 2016, Hertig kembali menangani tim U-19 Feyenoord pada 2016-17.

Musim berikutnya, Hertog memulai petualangan baru. Dia menjadi asisten pelatih Mario Been di APOEL. Namun, kiprah mereka di klub Siprus itu hanya berlangsung 53 hari. Setelah menjalani tiga laga, Been digantikan Georgios Donis.

Setelah pengalaman pahit itu, Hertog masuk jajaran staf kepelatihan Marcel Keizer di Al Jazira, klub asal Uni Emirat Arab. Setelah Keizer mundur, dia lantas menjadi pelatih kepala sejak November 2018.

Hanya membawa Al Jazira finis di posisi ke-5 pada musim 2018-19, Hertog tak dipertahankan. Namun, hanya tiga bulan kemudian, dia didapuk sebagai pelatih anyar timnas U-19 Arab Saudi menggantikan Khaled Al-Atawi.

Hertog Suka Sepak Bola Menyerang

Seperti umumnya para pelatih asal Belanda, Hertog selalu menekankan dua hal, yakni permainan apik dan kemenangan. Hal itu sempat diutarakan saat menangani Al Jazira.

“Ini bukan hanya soal tiga poin, tapi kami juga ingin membuat para fan kami bangga oleh permainan sepak bola apik, mencetak peluang-peluang, dan membuat gol-gol bagi mereka,” kata Hertog pada awal Mei 2019 seperti dikutip Football5Star.com dari Sport360.

Lebih lanjut, Damien Hertog mengungkapkan, “Kami adalah tim dengan gol terbanyak musim ini. Hal itu menunjukkan kami sangat suka memainkan sepak bola menyerang. Para fan menikmati cara main kami dan kami ingin mengombinasikan ini dengan kemenangan.”

Gaya sepak bola menyerang itu pula yang ditunjukkan timnas U-19 Arab Saudi di bawah asuhan Hertog. Buktinya, meskipun kalah, mereka mampu mencetak 3 gol saat melawan Kroasia dan 2 gol ketika berhadapan dengan Bulgaria.

Timnas U-19 Arab Saudi selalu tampil menyerang di bawah asuhan Damien Hertog.
Twitter @SPA_Spor

Saat melawan Bulgaria, statistik timnas U-19 Arab Saudi sangat baik. Penguasan bola mereka mencapai 56%. Lalu, Ayman Yahya cs. melepaskan 22 tembakan yang 11 di antaranya tepat menuju sasaran.

Satu hal lain yang menonjol dari Damien Hertog adalah doyan heavy rotation. Saat melawan Bulgaria, dia hanya menyisakan Ayman Yahya dari starting XI menghadapi Kroasia. Hal itu sudah diperlihatkan pelatih asal Belanda tersebut dalam pemusatan latihan di Taif.

Selama pemusatan latihan dari medio hingga akhir Agustus, Al Akhdar melakoni tiga laga uji tanding. Mereka menghadapi Al-Wehda, Al-Ahly, dan Al-Ittihad. Pada tiga laga tersebut, tak sekali pun Damien Hertog memasang starting XI yang sama secara beruntun. Semuanya selalu berubah total.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More