Menilik Chemistry Persija dengan Pelatih Asal Brasil

Banner E-Magazine Januari 2020

Football5Star.com – Persija Jakarta kembali menunjuk pelatih asal Brasil untuk mengarungi Liga 1 2020, yakni Sergio Farias. Sebenarnya, chemistry Persija dengan pelatih asal Brasil seperti apa?

Direktur Olahraga Persija, Ferry Paulus, menyebut kalau keputusan merekrut Farias karena melihat keberhasilan pelatih asal Brasil. Menurutnya, dalam beberapa kesempatan tim yang ditangani nahkoda asal Negeri Samba.

“Berkaca dari beberapa prestasi di Liga Indonesia belakangan ini, sebagian besar keberhasilan kampiun itu karena dari Brasil. Dua tahun terakhir ini ada Teco, lalu yang lain seperti Jacksen F Tiago,” ungkap Ferry kepada wartawan.

Lalu Ferry menyebut kalau Persija memang memiliki chemistry yang bagus dengan pelatih asal Brasil. “Kemudian jika dilihat keberhasilan kami, ketidakberhasilan kami bukan dari Brasil. Setelah diamati, kecocokan untuk kami kelihatannya Brasil yang bisa memberikan kontribusi dan gelar juara,” lanjut dia.

Sergio Farias sendiri bakal jadi pelatih Brasil keempat tim Macan Kemayoran semenjak 1999 silam. Lantas, bagaimana kiprah tiga pelatih Brasil sebelumnya?

Paulo Camargo

Persija pernah merekrut Paulo Camargo untuk mengarungi ISC 2016. Tapi sayangnya, Camargo tak begitu baik selama menahkodai Persija hingga akhirnya mundur.

Juara.net

Selama menangani Persija, Camargo mengawal 19 pertandingan. Dalam 19 laga itu, Persija cuma menang lima kali, lima imbang dan sembilan kekalahan. Mereka bahkan cuma mencetak sembilan gol dan kebobolan 19 gol dengan cuma 26 persentase kemenangan.

Stefano Cugurra Teco

Melihat rapor buruk Camargo, Persija tak trauma kembali menunjuk pelatih asal Brasil. Teco datang dengan banyak keraguan lantaran belum terbukti betul kualitasnya. Apalagi, dia sebelumnya di Persebaya hanya sebagai pelatih fisik.

Pelatih Persija Jakarta, Stefano Cugurra Teco.
Jawa Pos

Akan tetapi, Teco membayar semua keraguan tersebut. Musim perdananya, dia membawa Persija finis di urutan keempat sekaligus main di AFC Cup 2018. Persija di bawahnya jua berhasil lolos hingga semifinal AFC Cup 2018 zona ASEAN.

Musim 2018 menjadi puncak prestasi Persija bersama Teco. Eks pelatih Chiangrai itu mampu menyudahi penantian 17 tahun Persija untuk kembali juarai kompetisi Indonesia. Tapi, setelah itu Teco tak mendapat perpanjangan kontrak dan juara lagi di Bali United musim berikutnya.

Edson Tavares

Tavares datang ke Persija sebagai juru selamat pada akhir-akhir Liga 1 2019 lalu. Dia jadi pelatih ketiga Persija musim itu setelah Ivan Kolev dan Julio Banuelos. Sebelum kedatangannya, Persija sempat berjuang lolos degradasi.

Media Persija

Rapornya Tavares bersama Ismed Sofyan cs jua tak buruk. Dari 15 pertandingan, dia membawa Persija memenangkan tujuh laga, tiga imbang, dan lima kekalahan. Sayang, dia tak mendapat perpanjangan kontrak dan kini resmi akan melatih Borneo FC.

Lantas, bagaimana dengan Sergio Farias musim depan?

Comments are closed.