Misi Berbeda Empat Semifinalis Liga Champions 2019-20

  • Liga Champions 2019-20 telah memasuki babak semifinal
  • Empat semifinalis berasal dari dua negara, yakni Jerman dan Prancis
  • Dari empat semifinalis, hanya Bayern yang sebelumnya pernah juara
  • Bayern dan PSG sama-sama membidik treble winner

Football5Star.com, Indonesia – Pentas Liga Champions 2019-20 telah mencapai babak semifinal. Tinggal empat klub tersisa. Dua dari Jerman, yakni Bayern Munich dan RB Leipzig. Dua lagi dari Prancis, yaitu Paris Saint-Germain (PSG) dan Olympique Lyon.

Tentu saja, sudah tiba pada babak semifinal, keempat klub itu punya satu target yang sama. Itu adalah trofi si kuping besar, lambang supremasi kejayaan klub di Eropa. Klub-klub di seantero Eropa sangat mendambakan trofi karya Juerg Stadelmann tersebut.

Meskipun memiliki target yang sama, keempat klub itu punya misi berbeda. Ada kepentingan berbeda yang diusung Bayern Munich, RB Leipzig, Paris Saint-Germain, dan Olympique Lyon. Ada makna berbeda pula bila nanti salah satu di antara mereka menjadi yang terbaik.

Bayern Munich

standard.co.uk

Misi paling jelas diusung Bayern Munich. Sejak memastikan diri lolos ke perempat final, tagar #MissionLis6on digaungkan. Dari tagar itu terlihat jelas Die Roten menargetkan juara Liga Champions untuk kali keenam. Mereka ingin mengakhiri penantian selama 7 tahun.

Gelar keenam itu pun akan jadi treble winner kedua bagi Bayern. Pasalnya, sebelum ini, mereka telah memastikan diri tampil sebagai juara Bundesliga dan DFB Pokal. Tujuh musim lalu, pada 2012-13, Die Roten merebut treble winner pertama. Andai mampu mengulang kisah itu, mereka akan menyamai Barcelona yang meraih treble winner pada 2008-09 dan 2014-15.

Misi lain Bayern adalah menjadi juara secara sempurna. Dari fase grup hingga perempat final, mereka selalu menangguk kemenangan. Sejak era Liga Champions, belum ada klub yang mampu juara dengan catatan sempurna seperti itu.

Paris Saint-Germain

Twitter @AnderHerrera

Berbeda dari Bayern Munich yang membidik gelar keenam, PSG baru akan juara untuk kali pertama. Jangankan masuk final, masuk semifinal saja baru dua kali mereka rasakan. Meskipun demikian, Les Parisiens punya satu misi yang sama. Itu adalah merebut treble winner.

Seperti halnya Bayern, PSG juga sudah menjuarai dua kompetisi domestik paling bergengsi. Les Parisiens dinyatakan juara Ligue 1 2019-20 setelah kompetisi dihentikan karena pandemi Virus Corona. Lalu, tim asuhan Thomas Tuchel menjuarai Coupe de France dengan mengalahkan St-Etienne 1-0 pada partai final.

Bukan hanya itu, gelar juara Liga Champions akan membuat PSG menyapu bersih trofi musim ini. Selain telah menjuarai Ligue 1 dan Coupe de France, Les Parisiens juga telah merebut trofi Coupe de la Ligue dan Trophee des Champions.

RB Leipzig

kyrosports.com

Untuk RB Leipzig, misi utama tentu saja terkait eksistensi. Raihan trofi bergengsi tentu akan makin menegaskan eksistensi mereka. Sebagai klub yang masih sangat muda, Die Roten Bullen belum punya prestasi gemilang. Mereka hanya pernah juara NOFV-Oberliga Sued 2009-10 dan Regionalliga Nordost 2012-13.

Di luar itu, pada tataran kompetisi tertinggi di Jerman, prestasi terbaik Leipzig hanyalah runner-up. Die Roten Bullen adalah runner-up Bundesliga 2016-17 dan DFB Pokal 2018-19. Tentu akan sangat fenomenal jika trofi bergengsi pertama yang mereka raih adalah Liga Champions.

Sejumlah rekor pun dapat ditorehkan Leipzig andai menjadi juara. Die Roten Bullen yang baru berumur 11 tahun akan jadi klub termuda yang menjuarai Liga Champions. Pelatih Julian Nagelsmann yang berumur 33 tahun akan mematahkan rekor pelatih juara termuda milik Pep Guardiola. Saat membawa Barcelona ke podium juara, Guardiola berumur 38 tahun.

Olympique Lyon

standard.co.uk

Seperti halnya Paris Saint-Germain dan RB Leipzig, Olympique Lyon juga tengah membidik gelar pertama pada pentas Liga Champions. Seperti juga PSG, mereka belum pernah lolos ke final dan ini adalah semifinal kedua. Menariknya, lawan yang dihadapi persis sama dengan semifinal pertama, yakni Bayern Munich.

Dibanding tiga klub lain yang berada pada babak semifinal Liga Champions musim ini, urgensi trofi Big Ear sangat besar bagi Lyon. Inilah satu-satunya jalan untuk tetap mentas di ajang antarklub Eropa musim depan. Itu karena mereka hanya finis di posisi ke-7 Ligue 1 dan kalah pada final Coupe de la Ligue.

Hal ini pula yang terus ditekankan berulang-ulang oleh sang presiden klub, Jean-Michel Aulas. Dia terus-menerus mengecam putusan Ligue de Football Professionnel (LFP) dan Federation Francaise de Football (FFF) yang tak melanjutkan kompetisi Ligue 1. Dia menilai putusan itu sangat tak adil bagi Les Gones.

Bayern MunichLiga ChampionsOlympique LyonParis Saint-GermainRB Leipzig