Muncul Tudingan Diego Maradona Dibunuh oleh Dokter Pribadi

Football5star.com, Indonesia – Kabar meninggalnya legenda sepak bola dunia, Diego Maradona masih menyisakan cerita yang belum selesai. Tak berselang lama setelah dimakamkan, muncul kabar tak mengenakkan bahwa Maradona diduga dibunuh oleh dokter pribadinya, dokter Leopoldo Luque.

Dikutip Football5star.com dari rionegro.com, Senin (30/11/2020), rumah Luque sempat digeledah oleh aparat dari kepolisian dan kehakiman untuk mencari berkas rekam medis Maradona. Tidak hanya rumah pribadi, pihak aparat juga melakukan penggeledahan di kantor Luque.

@FansTribeHQ

Sempat muncul rumor bahwa kematian dari Maradona disebabkan faktor hematoma subdural seteah menjalani operasi otak beberapa waktu lalu. Sekedar informasi, hematoma subdural merupakan darurat medis yang disebabkan cedera kepala yang cukup kuat.

“Kematian Maradona tidak ada hubungannya dengan hematoma subdural yang biasa terjadi setelah operasi. Saya tahu apa yang saya lakukan dan bagaimana saya melakukannya untuk Diego sampai saat terakhir. Saya melakukan yang terbaik yang saya bisa,” ucap Luque.

Luque mengaku bahwa dirinya tidak sekedar dokter pribadi Maradona tapi juga seperti keluarga dan sahabat. Ia pun mengaku sangat sakit dan sedih karena tak bisa menolong Maradona.

“Saya selalu bersamanya karena dia ingin. Saya tulus kepadanya. Diego membutuhkan bantuan. Dia bisa memutuskan sepanjang waktu. Dia akan mengusir saya dari rumahnya saat dia tidak suka. Itu adalah hubugan kami. seperti ayah dan anak yang memberontak,” tambah Luque.

“Pada hari Kamis saya pergi menemuinya dan apa yang terjadi dengan Diego. Dia kesakitan dan dia mengusir semua orang. Lantas apa yang bisa Anda lakukan jika dia mau seperti itu,”

Luque pun dengan tegas membantah bahwa tidak ada kesalahan medis dalam perawatan Maradona. Namun menurut Luque, Maradona mengalami kejadian yang tidak disengaja yakni seragan jantung. “Itu adalah sesuatu yang bisa terjadi,”

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More