Mungkin Sarri Lupa Ajak Pemain Juventus Ngopi

Football5star.com, Indonesia – Tak ada yang salah dengan keyakinan seseorang mempercayai sesuatu diluar nalar atau biasa disebut takhayul. Bagi yang percaya dengan takhayul, ia merasa memiliki kepercayaan kepada sesuatu yang dianggapnya sakti. Hal itu juga yang dirasakan Maurizzio Sarri dengan segelas kopi.

Ya, Sarri adalah salah satu pelaku sepak bola yang percaya dengan sesuatu bersifat takhayul. Jika Giovanni Trapattoni sangat percaya dengan keampuhan air suci yang selalu ia bawa saat mengawal timnya di pertandingan, maka bagi Sarri, segelas kopi ibarat air suci itu bagi Trapattoni.

Mantan anak asuh Sarri saat melatih klub amatir Italia, FC Stia, Fabrizio Mazzini menyebut bahwa pelatih 61 tahun tersebut selalu meminta para pemainnya untuk minum tiga gelas kopi sebelum pertandingan.

planetfootball.com

“Suatu minggu sebelum pertandingan kami minum tiga gelas kopi dan kami menang.” kata Mazzini. “Setelah itu, ia selalu memaksaku dan pemain lain untuk minum kopi sebanyak tiga kali setiap hari minggu. Ia menyebut bahwa hal itu harus dilakukan agar tidak melanggar matranya,” ucap Mazzini pada 2018 lalu.

Namun rupanya menurut Mazzini, kebiasaan Sarri dengan tiga gelas kopi itu hanya dilakukan saat ia masih jadi pelatih tim amatir. Saat naik ke level profesional, Sarri menyembunyikan kepercayaannya pada hal tersebut.

Mungkin karena hal ini juga Sarri kemudian tidak memerintahkan pemain Juventus menenggak kopi sebelum pertandingan melawan Lyon beberapa waktu lalu. Akibatnya seperti yang kita lihat, Sarri terdepak dan digantikan oleh Andrea Pirlo.

Rokok dan sepatu hitam

Tidak hanya soal kopi, mantan pemain FC Stia lainnya, Luca Rialti juga punya cerita lain soal kepercayaan Sarri dengan takhayul. Rialti mengatakan bahwa Sarri akan selalu menyalakan rokok saat berada di mobil menuju ke tempat pertandingan.

“Rokok itu harus selalu menyala sampai bertemu dengan tikungan. Jika rokok itu mati sebelum tikungan, ia akan menggerutu karena menganggap timnya akan mengalami kekalahan,” ucap Rialti.

Daily Mail

Rokok memang sudah menjadi bagian tak terpisahkan Sarri selama melatih hingga kini. Terasa cukup aneh memang jika seorang Sarri begitu percaya dengan hal bersifat takhayul. Tidak hanya soal kopi, Sarri juga memiliki sejumlah pantangan yang sampai saat ini masih ia terapkan.

Seperti misalnya menolak melewati garis putih pembatas di atas lapangan. Ia juga menghindari untuk bersentuhan dengan bola sepanjang pertandingan. Saat di Chelsea, ia meminta pemain The Blues untuk mengecat sepatu mereka menjadi hitam agar mendapat keberuntungan.

Ini juga yang membuat Sarri tak beruntung saat Juventus vs Lyon. Karena mayoritas pemain Juve tidak mengenakkan sepatu berwarna hitam, termasuk Cristiano Ronaldo yang menggunakan sepatu berwarna silver.

Namun apapun itu dipecatnya Sarri oleh manajemen Juventus disebut lebih karena evaluasi yang sudah dilakukan bukan karena secangkir kopi atau sepatu hitam. Setidaknya hal itu yang diutarakan oleh Direktur Juventus Fabio Paratici.

“Kami sudah membuat evaluasi-evaluasi sebelum hasil melawan Lyon. Kami bahkan sudah bilang, satu laga tidak menentukan masa depan pelatih. Evaluasi kami berdasarkan keseluruhan musim dan bukanlah satu pertandingan saja,” kata Paratici.

JuventusMaurizio SarriSerie A Italia