Radja Nainggolan Punya Kenangan Pahit di Indonesia

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Nama Radja Nainggolan sudah cukup akrab di telinga para pencinta sepak bola Indonesia. Namun, siapa sangka pria berdarah Batak itu punya kenangan pahit saat berkunjung ke Indonesia.

Nainggolan, yang kini tengah meniti karier baru bersama Inter Milan, memang memiliki masa lalu yang kelam. Sewaktu kecil, dia sudah ditinggal pergi sang ayah, Marianus Nainggolan. Sejak saat itu, ibunda Nainggolan, Lizy Bogaerts, harus berjuang sendiri membesarkan anak-anaknya.

Tak heran Nainggolan sangat mengagumi ibunya yang harus banting tulang menghidupi anak-anaknya. Sampai akhirnya, sang ibunda pun pergi untuk selama-lamanya pada 2010, saat Nainggolan remaja tengah meniti karier di sepak bola Italia.

Dalam sebuah wawancara dengan televisi Belgia, VTM, Nainggolan sempat mencurahkan suka dan duka masa muda. Tentunya kenangan pria yang kini berusia 30 tahun itu dipenuhi sang ibu, selaku malaikat pelindungnya.

“Saat aku masih kecil, ayah meninggalkan kami. Sampai akhirnya ibu saya harus membayar semua utangnya,” ucap Nainggolan membuka kenangan pahit masa kecilnya.

“Ibu bejuang keras, menghasilkan 1.300 euro dengan bekerja selama 10 jam sehari. Kami bisa memakan menu yang sama bahkan tiga kali seminggu dan pernah melalui sebulan tanpa listrik,” lanjutnya.

Berjuang Demi Ibunda Tercinta
batakgaul

Dalam kondisi yang serba kesusahan, Nainggolan akhirnya coba mengadu nasib dengan bermain sepak bola di Italia. Piacenza menjadi klub pertamanya di Negeri Piza, saat pindah dari Germina Beerschot pada 2005.

Perjuangannya meniti karier di Italia pun tak cukup mulus. Dia sempat tak kuasa menahan rindu yang teramat berat terhadap rumah dan keluarganya. Beruntung bagi Nainggolan, semua rintangan bisa dilewati.

“Aku sempat ingin kembali setelah enam bulan (di Italia), tetapi kakak meyakinkanku untuk melanjutkan karier dan bertahan di Italia. Saat itu, aku mendapatkan 1.400 euro sebulan di Piacenza dan bisa mengirim 500 euro kepada ibu,” urai Nainggolan.

Pada Juni 2013, Nainggolan akhirnya untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di Indonesia. Dalam kesempatan itu pula, dia berharap bisa menjalin kembali silaturahmi dengan sang ayah. Namun, alih-alih disambut dengan positif, justru kenangan pahit yang harus dibawa pulang Nainggolan dari Indonesia.

“Aku pergi ke Indonesia empat tahun lalu. Aku ingin memberinya (ayah) kesempatan lagi. Aku ingin memaafkannya. Akan tetapi, dia malah berpaling dariku dan meminta uang dariku,” sebut Nainggolan menceritakan kenangan pahitnya di Indonesia.

Meski ditelantarkan sang ayah dan sudah ditinggal ibunda tercinta, Nainggolan kini tak lantas hidup sebatang kara. Dia menjalani hari-hari bahagia bersama istri yang dinikahi sejak 2011, Claudia, dan seorang putri berusia 6 tahun, Aysha.

Comments
Loading...