Nasib Tragis Para Pelatih Italia di Bundesliga Jerman

Football5star.com, Indonesia – Karier Carlo Ancelotti di Bundesliga Jerman berakhir tragis. Bayern Munich resmi memecat Ancelotti, Kamis (28/9/2017).

Ancelotti ditunjuk sebagai pelatih Bayern musim lalu. Pria berusia 58 tahun itu langsung mempersembahkan trofi Bundesliga untuk FC Hollywood.

Ironisnya, Ancelotti hanya bertahan di Allianz Arena selama 15 bulan. Namun, ia bukan satu-satunya pelatih Italia yang bernasib kurang mujur di Bundesliga.

  • Carlo Ancelotti: Bayern Munich (2015-2017)

Bayern Munich pecat Carlo Ancelotti

Kinerja Ancelotti menjadi sorotan musim ini. Bayern telah menelan satu hasil seri dan kekalahan dari enam laga sehingga bercokol di posisi ketiga klasemen sementara Bundesliga.

Jajaran direksi Bayern hilang kesabaran kepada Ancelotti. Itu terjadi setelah FC Hollywood kalah 0-3 dari Paris Saint-Germain dalam Liga Champions di Parc des Princes, Rabu (27/2017).

Tidak hanya hasil pertandingan yang kurang memuaskan. Masalah internal juga menjadi biang keladi pemecatan Ancelotti.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Presiden Bayern, Uli Hoeness. Dia menyatakan bahwa ada lima pemain bintang yang menentang Ancelotti.

  • Giovanni Trapattoni: Bayern Munich (1994-1995, 1996-1998), VfB Stuttgart (2005-2006)

Pelatih asal Italia, Giovanni Trapattoni

Sama seperti Ancelotti, Trapattoni pernah menangani Bayern. Dia menangani FC Hollywood selama dua periode, yakni pada 1994-1995 dan 1996-1998.

Mr. Trap, julukan Trapattoni, datang ke Bayern dengan predikat pelatih sukses di Italia. Dia meraih sejumlah prestasi saat menukangi Juventus dan Inter Milan, tetapi kariernya meredup di Bundesliga.

Periode pertama Trapattoni bersama Bayern hanya berlangsung selama satu musim. Dia gagal mempersembahkan satu trofi pun dan memutuskan hengkang setelah musim 1994-95.

Trapattoni kembali mendapat kepercayaan untuk menangani Bayern pada musim 1996-1997. Kali ini, dia berhasil membawa FC Hollywood meraih satu trofi Bundesliga, satu DFB Pokal dan DFB Ligapokal dalam dua musim.

Meski demikian, Trapattoni tidak kapok untuk meniti karier di Jerman. Dia menerima tawaran untuk menjadi pelatih VfB Stuttgart pada musim panas 2005.

Serangkaian hasil buruk yang dipetik Stuttgart membuat dua pemainnya, Jon Dahl Tomasson dan Jesper Gronkjaer, gundah dan mengkritik Trapattoni. Manajemen klub akhirnya mendepak Mr. Trap pada Februari 2006.

  • Nevio Scala: Borussia Dortmund (1997-1998)

Pelatih asal Italia, Nevio Scala

Scala adalah pelatih Italia kedua yang menjajal kompetisi Bundesliga. Cukup sukses bersama AC Milan dan Parma, dia dikontrak Borussia Dortmund pada musim 1997-98.

Bersama Scala, performa Dortmund dalam kompetisi Eropa cukup apik. Die Borussen menjuarai Piala Intercontinental dan menembus semifinal Liga Champions kala itu.

Akan tetapi, catatan itu berbanding terbaik dengan pencapaian Dortmund dalam Bundesliga. Performa mereka jeblok dan hanya mampu finis di urutan ke-10 klasemen akhir dan Scala memutuskan hengkang pada akhir musim tersebut.

  • Roberto Di Matteo: Schalke 04 (2014-2015)

Eks manajer Schalke 04, Roberto Di Matteo

Di Matteo ditunjuk sebagai suksesor Jens Keller di kursi pelatih Schalke pada Oktober 2014. Sebelumnya, dia sempat membawa Chelsea meraih trofi Liga Champions pertama dalam sejarah pada musim 2011-12.

Sayangnya, Di Matteo gagal mengukir prestasi selama menangani Schalke. Bahkan, karier dia di Bundesliga lebih singkat dibanding Ancelotti.

Di Matteo memilih untuk mengundurkan diri setelah hanya mampu membawa The Royal Blues meraih tiket Liga Champions. Bersama dia, The Royal Blues hanya finis di posisi keenam klasemen akhir Bundesliga saat itu.

Comments
Loading...