Naturalisasi Bukan Pilihan, Ini Tiga Cara Majukan Sepak Bola Indonesia

Football5star.com, Indonesia – Mantan asisten pelatih tim nasional (timnas) Indonesia, Wolfgang Pikal meyakini bahwa wacana naturalisasi pemain Brasil yang tengah jadi sorotan bukan solusi untuk bisa memajukan sepak bola Indonesia.

Menurut Pikal, naturalisasi malah justru menyakiti hati masyarakat Indonesia. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk bisa memajukan sepak bola nasional menurut Pikal.

“Pertama soal Elite Pro Academy (EPA) di Liga 1 harusnya bisa lebih matang untuk dijalankan. Kalau perlu ditambah kelompok umur mulai dari U-12 hingga U-14. Di level Liga 2 juga klub wajib memiliki akademi sendiri dari level U-16 hingga U-18,” ucap Pikal saat dihubungi Football5star.com, Jumat (21/8/2020).

“Belum cukup sampai disitu, di setiap provinsi juga wajib ada diklat plus diklat yang diurus oleh pemerintah. Tambah lagi dengan mendorong pihak swasta untuk mengembangkan akademi. Beri mereka fasilitas seperti bantuan modal dari pihak bank dan jika perlu digratiskan pajak selama 3-5 tahun awal,” tambahnya.

Kalau langkah awal ini benar-benar diseriusi oleh PSSI dan pemerintah, Pikal menyebut langkah kedua yakni soal pelatihan untuk para pelatih di Indonesia.

“Indonesia butuh pelatih berkualitas. Nilai kualitas dan kuantitas pelatih harus sama. Indonesia butuh 500 hingga 1000 pelatih dengan lisensi AFC-A. Pada tahapan ini, pemerintah lewat Kemenpora bantu di pembiayaan jika ada pelatih yang potensial.” papar kes pelatih Persebaya tersebut.

Dua langkah tersebut dijalan, yang terakhir kata Pikal adalah pembenahan kompetisi sepak bola Indonesia. Ia menenkan pada kata transparansi dan profesional. Baginya ini sangat penting untuk kemajuan sepak bola nasional.

“Kualitas liga diperbaiki, PSSI dan PT LIB harus menjalankan kompetisi dengan transparan dan profesinal. Itu yang sangat penting,”

Soal naturalisasi, Pikal dengan tegas menolak wacana tersebut.

“Itu cuma pikiran jangka pendek. Untuk memajukan sepak bola Indonesia butuh banyak hal tidak seperti itu,” tutup Pikal.

KemenporaLiga 1NaturalisasiPSSIPT Liga Indonesia BaruTimnas IndonesiaWolfgang Pikal