Nostalagi Hari Ini: Skandal Calciopoli Hancurkan Sepak Bola Italia

Football5star.com, Indonesia – Sepak bola memang tak bisa lepas dari suap dan pengaturan pertandingan. Masalah ini pun sempat menghancurkan sepak bola Italia musim 2005-2006 silam.

Klub terkuat Italia, Juventus, dituding sebagai biang keladi. Mereka didakwa bersalah atas pengaturan beberapa pertandingan pada musim tersebut dan juga musim sebelumnya. Gelar scudetto Juventus musim 2004-2005 dan 2005-2006 juga didapat berkat kasus calciopoli.

Setelah seluruh bukti terkumpul dan menjalani beberapa persidangan, tiba waktunya untuk Juventus dan beberapa klub lain seperti AC Milan, Fiorentina, dan lazio pada hari penghakiman.

Corriere della Sera

Tepat hari ini 14 tahun lalu, FIGC menjatuhkan hukuman. Yang paling berat jelas dialami Juventus. Gelar scudetto yang mereka raih dua musim tersebut dicopot. Bahkan gelar musim 2005-2006 diserahkan kepada Inter Milan.

Tidak sampai di situ, Si Nyonya Tua juga harus menerima nasib diturunkan ke Serie B pada musim berikutnya. Hukuman ini sejatinya lebih ringan karena jaksa penuntut menuntut Juve diturunkan ke Serie C.

Degradasi untuk Pertama Kali Sepanjang Sejarah

Turun ke Serie B jelas mencoreng wajah Juve. Sepanjang sejarah berdirinya klub, mereka tidak pernah sekali pun turun kasta.

Belum lagi berakhir derita saat turun ke Serie B, Juventus juga harus mengawali musim baru dengan minus sembilan poin.  Bukan cuma klub, FIGC juga menjatuhi hukuman berat untuk manaje klub asal Turin, Luciano Moggi.

Luciano Moggi dianggap sebagai otak calciopoli. Ia dihukum tidak boleh berkecimpung di dunia sepak bola seumur hidup.

Daily Mail

Sementara klub lain seperti Fiorentina, AC Milan, dan Lazio sedikit beruntung. Mereka hanya dikenai pengurangan poin pada musim 2006-2007. Sejatinya La Viola dan I Biancoceleste juga dituntut degradasi ke Serie B. Akan tetapi mereka melakukan banding.

Skandal calciopoli ini menghancurkan sepak bola Italia. Bahkan keberadaan timnas Italia di Piala Dunia 2006 menjadi sorotan.

Walau begitu, masalah tersebut justru membuat Gli Azzurri tersentak. Di Jerman mereka menjelma jadi yang terkuat hingga mampu merengkuh gelar Piala Dunia untuk keempat kalinya.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More