Nostalgia Hari Ini: Air Mata Batistuta untuk Fiorentina

Football5star.com, Indonesia – Bagi publik Firenze, nama Gabriel Batistuta mungkin tak sebesar Diego Maradona di mata orang Naples. Namun keduanya adalah pemain Argentina yang begitu dipuja oleh suporter klub kedua kota tersebut, Fiorentina dan Napoli.

Jika saat ini, 26 November 2020, publik Naples berkabung atas wafatnya sang legenda, Diego Maradona. 20 tahun lalu, justru publik Firenze harus melihat legend mereka, Gabriel Batistuta meneteskan air mata untuk mantan klubnya, Fiorentina.

Air Mata Batistuta untuk Fiorentina2

Momen mengharukan itu terjadi di Stadion Olimpico, Roma. Batistuta saat itu sudah menjadi bagian dari AS Roma. 26 November 2000, Batistuta harus melawan mantan klubnya, Fiorentina. Ini jadi momen paling krusial bagi perjalanan karier sang pemain.

Batistuta mau tak mau harus bersikap profesional. Ia harus melawan mantan rekan-rekannya seperti Francesco Toldo, Tomáš Řepka, Rui Costa, hingga Predrag Mijatović. Dari sisi profesional, Batistuta wajib mengeluarkan 100 persen kemampuannya untuk Roma.

Roma kala itu membutuhkan kemenangan untuk bisa mempertahankan posisi mereka di puncak klasemen Serie A. Namun di sisi lain, sebagai seorang manusia, Batistuta sangat mencintai klub yang bakal di lawannya tersebut. Apalagi, sebelum laga lawan Roma, Fiorentina dari lima laga terakhir hanya mampu meraih 1 kemenangan.

Musim 2000-01 tak terlalu baik untuk Fiorentina. Mereka harus dua kali mengganti pelatih. Fatih Terim dipecat dan digantikan oleh Roberto Mancini. Di akhir musim, La Viola harus puas bertengger di posisi ke-9. Di musim sebelumnya saat masih dibela Batistuta, Fiorentina di posisi ke-7, satu tingkat di bawah AS Roma.

Jadi penentu kemenangan dan air mata yang mengalir

Laga AS Roma vs Fiorentina berlangsung sangat ketat. Fiorentina menurunkan striker muda asal Portugal yang didatangkan pada awal musim 2000-01, Nuno Gomes. Publik Firenze tahu betul, Nuno Gomes didatangkan selain karena kemampuan cetak golnya, ia juga memiliki perawakan yang sedikit mirip dengan Batigol.

Lima gelandang Fiorentina berusaha untuk bisa mengimbangi lini tengah AS Roma. Pertandingan berjalan cukup alot. Tak ada yang mau mengalah. Lini belakang La Viola pun tak berkompromi. Beberapa kali, Moreno Torricelli dkk mampu menebas setiap Batigol berusaha untuk membobol gawang Toldo.

Pertandingan berlangsung sangat menarik. Di babak pertama hingga pertengahan babak kedua, Fiorentina mampu mengimbangi Roma tanpa gol. Petaka datang di menit ke-83. Sepakan keras dari luar kotak penalti yang sangat sering ditunjukkan Batigol saat membela Fiorentina membuat fan Roma di Olimpico bergemuruh.

Ya, Batistuta cetak gol indah lewat sepakan keras dari luar kotak penalti yang tak mampu dihalau Toldo. Gol ini tentu saja disambut dengan suka cita oleh seluruh fan dan pemain Roma. Namun, si mpunya gol hanya tertunduk sembari menahan air matanya.

Batistuta tak mampu merayakan gol itu. Air matanya tak tertahankan saat para pemain Roma mendatanginya. Dua pemain Roma, Totti dan Antônio Zago berusaha menenangkan Batistuta. Skor 1-0 bertahan hingga akhir laga. Batigol usai laga tampak mendatangi para mantan rekannya di Fiorentina, termasuk Toldo.

Dari gestur tubuhnya, tampak Batistuta seperti meminta maaf kepada para mantan rekannya di Fiorentina. Toldo tampak mengatakan sesuatu sembari memeluk mantan rekannya tersebut.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More