Nostalgia Hari Ini: Belanda Akhirnya Mengakui Keberadaan PSSI

Football5Star.com, Indonesia – 15 Januari 1937 boleh dibilang jadi salah satu hari bersejarah dalam perjalanan PSSI. Sebab, saat itu lah Nederlandsch Indische Voetbal Unie (NIVU) melunak dan membuat sebuah persetujuan dengan PSSI.

Sebenarnya, jauh sebelum 15 Januari 1937, sepak bola Indonesia memang masih terpecah. Karena sebelum PSSI yang berdiri 19 April 1930, ada pula NIVU yang gabungan dari NIVB, bentukan pemerintah Belanda. Singkat cerita, pergerakan PSSI yang menggulirkan kompetisi dan memiliki anggota kian banyak bikin NIVU mulai kalang kabut.

Hingga akhirnya pada tanggal tersebut di Yogyakarta, Soeratin dan Johannes van Mastenbroek dari NIVU sepakat membuat perjanjian. Lantas perjanjian tersebut kini akhirnya yang dikenal Gentlement Agreement.

Nah dalam kesepakatan itu, ada tiga poin penting. Pertama, menegaskan kalau di Hindia Belanda hanya ada dua organisasi sepak bola yang diakui, yakni NIVU dan PSSI. Lalu, kedua asosiasi ini juga wajib menghargai dan mengakui satu sama lain. Berarti pada saat itu, PSSI sudah sejajar kastanya dengan NIVU dan otomatis diakui pemerintahan Belanda.

Pada poin ketiga, salah satu yang paling krusial. Di dalam perjanjian itu terdapat kesepakatan kalau keduanya membolehkan anggotanya bertanding. Mereka juga dilarang untuk saling memengaruhi klub-klub untuk masuk organisasinya. Lalu ada pula kesepakatan kalau digelarnya pertandingan antara kedua asosiasi itu utnuk mewakili Hindia Belanda pada ajang internasional, termasuk Piala Dunia 1938.

NIVU Langgar Perjanjian

Dutch East Indie (AFC)

Namun demikian, dilansir laman resmi PSSI kalau NIVU melanggar kesepakatan. Pada 1938 atas nama Dutch East Indies, NIVU mengirimkan timnya ke Piala Dunia 1938. Namun para pemainnya bukanlah berasal dari PSSI melainkan dari NIVU walaupun terdapat 9 orang pemain pribumi atau Tionghoa.

Kondisi tersebut bikin Soeratin geram. Aksi protes lantas dilakukan oleh Soeratin. Hal itu karena beliau menginginkan adanya pertandingan antara tim kedua asosiasi terlebih dahulu sesuai dengan perjanjian yang dibuat 15 Januari 1937.

Selain itu, Soeratin juga tidak menghendaki bendera yang dipakai adalah bendera NIVU (Belanda). Akhirnya dalam kongres PSSI 1938 di Solo, Soeratin membatalkan secara sepihak Perjanjian dengan NIVU tersebut.

NIVUNostalgia Hari IniPSSI