Nostalgia Hari Ini: Bung Karno dan Pogacnik Kena Kibul Pemain Timnas

Football5star.com, Indonesia – Sudah sejak zaman baheula, sepak bola Indonesia carut-marut. Fakta sejarah mengungkap 5 Januari 58 tahun lalu, 10 pemain timnas Indonesia divonis bersalah melakukan praktek match fixing oleh Pengadilan Negeri Jakarta.

Presiden pertama Indonesia, Soekarno dan juga pelatih yang dianggap sebagai pencetus sepak bola modern di negeri ini, Toni Pogacnik kena kibul oleh aksi memalukan para penggawa Merah Putih tersebut. Kasus yang buat geger publik nasional ini kemudian dikenal dengan nama Skandal Senayan.

Tak tanggung-tanggung, pemain yang divonis bersalah oleh pihak Pengadilan Negeri Jakarta ini ialah pemain yang dipersiapkan Bung Karno dan Pogacnik untuk bisa mengantarkan timnas meraih medali emas di ajang Asian Games 1962.

10 pemain yang terkena kasus ini ialah Iljas Hadade, Pietje Timisela, Omo Suratmo, Rukma Sudjana (kapten), Sunarto, Wowo Sunaryo (Persib), John Simon, Manan, Rasjid Dahlan (PSM Makassar), dan Andjiek Ali Nurdin (Persebaya).

Dikutip Football5star.com dari laporan Tempo, ke-10 pemain tersebut terbukti sah dan meyakinkan terlibat match fixing di empat laga uji coba timnas Indonesia pada Januari 1962. Mereka pun divonis dilarang untuk berkecimpung di sepak bola seumur hidup.

Dalam buku Persib Undercover: Kisah-kisah yang Terlupakan gubahan Aqwam Fiazmi Hanifan dan Novan Herfiyana (2014), disebutkan bahwa ke-10 pemain tersebut dihukum karena

“telah mengadakan pertaruhan-pertaruhan ketika ada pertandingan-pertandingan Malmoe (Swedia), Muangthai, Yugo (Yugoslavia) Selection, dan Tjeko Combined dalam melawan PSSI di Jakarta”.

Fakta ini tentu bagai petir di siang bolong bagi Bung Karno dan Pogacnik yang sangat berharap skuat timnas pada saat itu. Maklum saja nama-nama yang tersandung kasus ini adalah skuat yang mampu menahan Uni Soviet tanpa gol di Olimpiade Melbourne 1956.

Sebenarnya di awal kasus ini bergulir, ada 18 pemain timnas yang dicurigai terlibat match fixing. Bahkan nama legenda Ramang ikut juga terseret. Menurut Tempo dalam tajuk “Skandal Senayan di Mata Wowo; 7 April 1984, ada 18 pemain Timnas yang terlibat dan mayoritas merupakan Timnas Garuda.

Berawal dari kelakukan istri pemain dan dibongkar oleh Maulwi Saelan

Kasus ini sendiri terbongkar dari kelakuan istri para pemain timnas. Dikutip dari buku “drg. Endang Witarsa Dokter Bola Indonesia”, saat itu para istri pemain timnas mendadak memborong barang belanjaan di kawasan Sarina. Sebelumnya, sudah ramai diperbincangkan ada pemain timnas yang disogok.

Kelakuan para istri para pemain timnas ini sampai ke telinga eks kiper timnas Indonesia yang juga pengawal pribadi Bung Karno, Maulwi Saelan. Pria berpangkat Kolonel CPM dan juga petinggi PSSI ini kemudian melakukan penyelidikan atas gelagat aneh para istri pemain timnas ini.

Maklum saja, era itu para pemain timnas tidak memiliki keistimewaan dalam urusan uang dibanding pemain saat ini. Saelan menurut laporan Tempo kemudian berkomunikasi dengan manajer timnas saat itu, Soedirgo. Setelah itu, Saelan bersama sejumlah aparat melakuan operasi tangkap tangan ke tempat penginapan para pemain.

Kecurigaan Saelan terbukti benar. Saat dilakukan penggerebekan di tempat menginap para pemain timnas ditemukan barang bukti berupa uang sebesar Rp 25.000 yang baru saja diterima para pemain dari bandar judi.

Wowo Sunaryo dari Persib menuturkan kepada Tempo bahwa para pemain hanya mendapatkan uang saku sebesar Rp25, jumlah yang benar-benar kecil untuk pemain yang sudah berkeluarga untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Kasus ini kemudian jadi perhatian dair banyak pihak. Bung Karno dikabarkan sangat geram dengan kelakukan para pemain timnas itu. Tony Pogacnik tak kalah kecewa. Ia sampai berlinang mata dan mau tak mau mengganti para pemain itu dengan sejumlah pemain muda.

Hasilnya timnas Indonesia hancur lebur di Asian Games 1962. Anak asuh Pogacnik tersebut hanya mampu sampai pada babak fase grup.

Asian GamesNostalgia Hari IniTimnas IndonesiaToni Pogacnik