Nostalgia Hari Ini: Cedera Mengerikan Eduardo da Silva

Football5star.com, Indonesia – 23 Februari, 13 tahun lalu jadi hari paling kelam bagi striker Arsenal, Eduardo da Silva. Pemain kelahiran Brasil ini mendapat cedera mengerikan saat melakoni laga melawan Birmingham City.

Ialah bek Birmingham, Martin Taylor sebagai pelaku yang membuat striker tim nasional Kroasia itu alami patah tulang fibula dan engkel kirinya mengalami dislokasi. Terjangan Marti Taylor kepada Edu hanya tiga menit setelah kick off babak pertama dibunyikan wasit.

Partai yang berlangsung di St. Andrew’s Stadium itu harus tertunda selama 8 menit setelah Edu mendapat tekel mengerikan dari Taylor. Wasit langsung memberi kartu merah kepada Taylor. Para pemain kedua tim bergidik ketakutan melihat kondisi yang dialami Eduardo da Silva.

Nostalgia Hari Ini Cedera Mengerikan Eduardo da Silva
Sky Sport

Ia mengerang kesakita saat kaki kanan Taylor tepat menghujam kaki kirinya. Insiden ini berawal dari skema serangan yang coba dibangun Arsenal di menit awal pertandingan. Gael Clichy memberi bola kepada Edu. Ia kemudian menggiring bola.

Belum sampai ke area berbahaya Birmingham, Taylor maju menghadang pergerakan Edu. Cesc Fabregas yang berada tak jauh dari Edu langsung tunjukkan ekspresi cemas melihat kondisi rekannya tersebut. Ia meminta tim medis segera masuk ke dalam lapangan.

Alexander Hleb yang juga menghampiri tunjukkan ekspresi sama. Sejumlah pemain Birmingham pun tak banyak memprotes keputusan wasit. Saat tim medis sibuk berupaya membawa Edu keluar lapangan, hanya Bacary Sagna yang cukup berani menenangkan rekannya itu.

Kubu Arsenal meradang kepada Taylor. Kartu merah dari wasit belum cukup memuaskan bagi The Gunners. “Orang ini (Martin Taylor) seharusnya dihukum seumur hidup. Itu tidak seharusnya dilakukan pemain sepak bola,” ucap Arsene Wenger usai pertandingan.

Ancaman pembunuhan kepada Martin Taylor

Tak hanya kubu Arsenal yang meradang. Fan timnas Kroasia pun sangat marah dengan Martin Taylor. Dikutip Football5star.com dari Sporting Life, Taylor dikabarkan sempat mendapat ancaman pembunuhan dari orang yang diduga fan Kroasia.

Ia pun terpaksa mendapat pengawalan pribadi untuk menghindari kejaran jurnalis dari Kroasia saat berlatih di Wast Hills, pusat latihan Birmingham. Kecaman kepada Martin Taylor terus berlangsung. Media-media di Kroasia mengumpat bahwa Taylor adalah tukang jagal.

Nostalgia Hari Ini Cedera Mengerikan Eduardo da Silva2
Sky Sport

Meski begitu, Taylor masih mendapat dukungan dari Birmigham. Pelatih Birmingham saat itu, Alex McLeish mencoba untuk membela anak asuhnya. Bukan pembelaan atas tekel mengerikan itu tapi cercaan publik yang dianggap McLeish bisa membuat psikologis Taylor terguncang.

“Kemarahan setelah insiden itu terlalu berlebihan. Kami ingin segala sesuatunya berakhir dan biarkan Martin (Taylor) melanjutkan karirnya dan berharap Eduardo bisa segera kembali bermain,” kata McLeish.

Harapan McLeish untuk Edu memang terkabul. Namun, sejak cedera parah pada musim dingin tersebut, penampilan Eduardo da Silva tidak pernah sama lagi. Mantan rekannya, Gilberto Silva akui bahwa cedera mengerikan itu ganggu mental Edu.

“Mentalnya benar-benar jatuh setelah cedera itu. Dia kehilangan kepercayaan dirinya,” ujar Gilberto.

Liga Inggris 2009-10 menjadi musim terakhir Edu bersama Arsenal. Ia kemudian melanjutkan karier bersama Shakhtar Donetsk. Edu akhirnya akhiri karier di Legia Warszawa pada 2019. Sementara Martin Taylor pensiun pada 2013 bersama Brentford.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More