Nostalgia Hari Ini: Comeback Epik Manchester City

Football5star.com, Indonesia – Manchester City sukses melumat Burnley dengan skor 2-0 di Turf Moor dalam lanjutan Liga Inggris, Rabu (4/2/2021). Kemenangan ini membuat City meraih 13 kemenangan beruntun di semua kompetisi. Di tanggal yang sama, 17 tahun lalu, Manchester City juga sempat torehkan catatan menarik.

Melawan Tottenham Hotspur di White Hart Lane di partai ulangan babak keempat Piala FA, Manchester City mampu comeback setelah tertinggal tiga gol dan bermain hanya dengan 10 orang. Pada pertemuan pertama, kedua tim harus puas bermain imbang 1-1 di City of Manchester Stadium.

Nostalgia Hari Ini: Comeback Epik Manchester City
The Guardian

Tottenham saat itu sebenarnya di kondisi yang kurang baik juga. Spurs baru memecat pelatih Glenn Hoddle. David Pleat ditunjuk sebagai caretaker manager. Melawan City menjadi di markas sendiri harusnya jadi momentum bagi Spurs untuk bangkit setelah pada 31 Januari 2004 di kalahkan Fulham dengan skor 1-2.

Sementara City di bawah pelatih Kevin Keegan datang ke White Hart Lane juga dengan modal tak kuat. Sun Jihai dkk dari lima pertandingan Liga Inggris musim itu tak mampu satu pun meraih kemenangan. Artinya laga di tahun itu adalah pertemuan dua tim pesakitan.

Jalannya pertandingan

Spurs sebagai tuan rumah tak mau kecolongan. Di menit awal permainan, Spurs langsung menggebrak pertahanan lawan. Hasilnya mereka unggul cepat lewat gol Ledley King pada menit ke-2. Unggul 1-0, Spurs mendominasi jalannya permainan.

City praktis hanya bisa menerapkan skema serangan balik. Namun beberapa skema serangan City dengan mudah dipatahkan oleh barisan belakang Spurs. Menit ke-15, Spurs menjauh dengan gol yang diciptakan oleh Robbie Keane.

Petaka datang bagi City di pertengahan babak pertama. Striker andalan mereka, Nicolas Anelka ditarik keluar akibat alami cedera. Anelka diganti oleh Jon Macken di menit ke-27. Kehilangan Anelka membuat lini depan City tumpul.

Tak cukup masalah City. Manchester City di menit-menit akhir babak pertama malah harus bermain dengan 10 orang setelah Joey Barton mendapat kartu merah. Wasit awalnya memberi Barton kartu kuning karena pelanggaran yang ia lakukan, akan tetapi Barton tak terima dan berdebat sengit dengan wasit.

Kartu merah yang diterima Barton makin melemahkan City. Menit ke-43, mereka semakin tertinggal jauh setelah free kick Christian Ziege menembus gawang Arni Arason. Babak pertama diakhiri Spurs dengan skor 3-0.

Gol penentu pemain pengganti

Publik White Hart Lane saat itu memprediksi tim kesayangan mereka akan menutup laga dengan kemenangan. Namun prediksi itu dipatahkan pemain City di babak kedua.

Harapan The Sky Blues mulai terlihat di menit awal babak kedua. Sepakan free kick Michael Tarnat berhasil dikonversi menjadi gol oleh bek Sylvain Distin. 1-3 Spurs masih unggul.

Comeback Epik Manchester City3
Daily Mail

Tak berselang lama, kembali lewat sepakan free kick, City memperkecil ketertinggalan. Tendangan Paul Bosvelt mengenai bek Anthony Gardner, hingga membuat kiper Kasey Keller terperdaya. 3-2, City mulai mengejar ketertinggalan.

10 menit sebelum akhir pertandingan, berawal dari umpan Robbie Fowler, Shaun Wright-Philipps meringsek masuk ke lini belakang Spurs. Aksi Wright-Philipps diakhiri dengan gol indah yang dicetaknya ke gawang Keller. Skor imbang 3-3.

Mental pemain Spurs runtuh. Sedangkan pemain City yang tak mau melanjutkan pertandingan ke babak tambahan waktu, terus menggempur pertahanan tim tuan rumah. Hasilnya pada masa injury time babak kedua, umpan silang terukur Tarnat dari kiri disambar Jon Macken, pemain yang gantikan Anelka di babak pertama. City pun mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 4-3 meski bermain dengan 10 orang.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More