Nostalgia Hari Ini: Edy Rahmayadi Mundur dari PSSI

Football5star.com, Indonesia – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), dalam perjalanannya kerap menuai prokontra. Mulai dari keputusan terkait kompetisi maupun tim nasional, hingga dalam organisasi mereka sendiri.

Setiap tahunnya pula kursi ketua umum jadi isu panas yang mengiringi induk sepak bola Indonesia. Dari banyak nama yang pernah menjabat, Edy Rahmayadi salah satu yang menarik perhatian.

Pertama kali mengikuti kongres pemilihan ketum PSSI pada 2016, Edy Rahmayadi sudah memunculkan kontroversi. Sebab saat itu dia masih menjabat sebagai Panglima Kostrad.

kemenpora.go.id

Ketika sedang duduk nyaman di kursi ketua umum, Edy kembali memantik kontroversi. Ia mencalonkan diri sebagai Gubernur Sumatera Utara. Terpilih sebagai Gubernur Sumut, dia rupanya tidak meletakkan jabatannya di PSSI.

Setelah rangkap jabatan, Edy mulai merasa tak mampu menjalankan dua tugas sekaligus. Dengan berbagai pertimbangan dan tekanan dia akhirnya memutuskan mundur sebagai ketum PSSI pada hari ini dua tahun lalu.

Menariknya, pengunduran Edy Rahmayadi diumumkan sendiri dalam Kongres Tahunan PSSI di Nusa Dua, Bali. “Hari ini saya mundur dengan syarat jangan khianati PSSI. Jangan karena satu hal kita bercokol dan merusak rumah. Ini saya sampaikan dalam kondisi sehat, saya mundur karena bertanggung jawab,” katanya saat itu.

“Kepada saudara semua saya meminta untuk membesarkan PSSI. Saya serahkan bendera ini. Saya berhenti secara sah detik ini. Saya serahkan kepemimpinan ini akan dilanjutkan. Saya tidak mau ada yang mengkhianati keputusan saya ini,” lanjutnya.

Joko Driyono Gantikan Edy Rahmayadi

Sebelumnya, memang sudah ada desakan kuat untuk Edy Rahmayadi agar mundur dari tampuk kepimpinann federasi. Ia dianggap gagal membangun sepak bola nasional. Terlebih ada beberapa masalah di lapangan yang tidak mampu ditangani.

Joko Driyono jadi tersangka kasus pengaturan skor (Twitter @Bali_football)
@Bali_football

Pengunduran mantan pankostrad langsung disambut dengan naiknya Joko Driyono sebagai ketua pelaksana tugas. Joko Driyono yang selama Edy menjabat berposisi sebagai wakil ketua umum secara otomatis naik pengganti.

Naiknya Joko Driyono sebagai Plt ketum PSSI rupanya tidak menjadikan sepak bola Indonesia lebih baik. Ia justru ditangkap polisi karena kasus mafia sepak bola.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More