Nostalgia Hari Ini: Hubungan Panas, Timnas Indonesia Batal ke Malaysia

Football5Star.com, Indonesia – Hubungan dengan Malaysia yang sempat panas 2010 lalu berimbas kepada Timnas Indonesia. Timnas U-16 Indonesia kala itu yang dijadwalkan terbang ke Malaysia, 2 September 2010 harus membatalkan niatnya karena takut terjadi hal yang tak diinginkan.

Saat itu, hubungan antara Indonesia dengan Malaysia memang sempat memanas karena beberapa hal yang sempat memengaruhi bilateral kedua negara. Puncaknya saat kedua negara teribat perang komentar setelah adanya isu pelanggaran perbatasan perairan.

Kondisi tersebut berimbas kepada Timnas U-16 Indonesia. Saat itu, Timnas yang dikomandoi Mundari Karya sebenarnya berencana untuk menghadapi Malaysia dalam sebuah laga uji coba. Namun, rencana itu harus dibatalkan karena hubungan panas tersebut.

“Kegagalan berangkat ke Malaysian itu saya kira memang memberi pengaruh psikologis terhadap mereka. Tetapi apa boleh buat, situsinya memang kurang memungkinkan. Sekarang tinggal memberi dorongan moril kepada para pemain,” sebut Dirtek PSSI saat itu, Sutan Harharah.

Nostalgia Hari Ini: Hubungan Panas, Timnas Indonesia Batal ke Malaysia
Dok. Viva.co.id

Sebagai pengganti, Timnas U-16 Indonesia akhirnya beruji coba dengan Diklat Ragunan. Mereka harus kalah dua gol tanpa balas dalam partai persahabatan menuju Piala AFF U-16 2010.

Gagal Total di Piala AFF U-16 2010

Timnas U-16 asuhan Mundari Karya sendiri gagal total dalam Piala AFF U-16 2010. Mereka hanya finis di urutan ketiga grup setelah 0-1 dari Vietnam dan 1-3 dari China, tim undangan saat itu. Mereka hanya mampu menang 1-0 kontra Timor Leste.

Tak cuma itu, Timnas U-16 Indonesia jua kurang begitu istimewa saat mentas di Piala Asia U-16 2020. Tergabung di Grup A bersama Uzbekistan, Jordania, dan Tajikistan, Indonesia jua hanya mampu finis di urutan ketiga.

Sepanjang turnamen, mereka harus puas kalah 0-3 dari Uzbekistan 0-1 dari Jordania, dan menang 4-1 atas Tajikistan. Mereka hanya mampu meraih tiga poin dari tiga pertandingan dan langsung tersingkir.

“Sangat sulit bagi pemain untuk tampil bagus, karena banyak di antara mereka yang sedang sakit. Itu yang menjadi alasan kami menerapkan permainan bertahan,” ungkap Mundari Karya usai laga melawan Jordania dilansir laman konfederasi sepakbola Asia (AFC).

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More